Baca Juga: Menaker Yassierli Buka PBL, Wabup Najib Bangun Sinergi dengan BBPVP Serang
Bagaimana mungkin seorang menteri mengabaikan mandat langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia? Bukankah surat penugasan tersebut memiliki bobot yang tinggi dan seharusnya direspon dengan penuh tanggung jawab?
Ini bukan hanya tentang absensi, melainkan soal kepatuhan terhadap struktur negara dan etika birokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pejabat publik.
Apakah Meutia Mulai Lupa Jurnalisme?
Pertanyaan besar pun mengemuka: Apakah Meutia Hafidz mulai lupa bahwa dirinya berasal dari dunia pers? Dunia yang dahulu mengajarkan pentingnya hadir, mendengar, dan menyampaikan.
Dunia yang mengedepankan transparansi, komunikasi terbuka, dan keberpihakan pada publik.
Saat seorang mantan wartawan memilih untuk tidak hadir, bahkan dalam forum penting seperti FPRMI, masyarakat pun wajar bertanya: apakah kekuasaan telah menjauhkan dia dari prinsip dasar profesinya dulu?
Refleksi untuk Pejabat Publik dari Kalangan Profesional
Kejadian ini menjadi momentum refleksi yang lebih besar. Bahwa ketika para profesional, termasuk jurnalis, masuk ke ranah kekuasaan, mereka seharusnya tetap membawa idealisme dan nilai-nilai profesinya. Bukan justru larut dalam birokrasi yang dingin dan terputus dari realitas masyarakat.
Di era disrupsi digital yang penuh tantangan, sinergi antara pemerintah dan media sangat penting.
Namun bagaimana sinergi itu bisa terjadi, jika jembatan komunikasi saja tidak dibangun, bahkan dengan komunitas sendiri?
Masyarakat, terutama insan pers, tentu menanti klarifikasi dari Meutia Hafidz.
Apakah benar ada alasan kuat di balik absensinya, atau ini memang cerminan sikap baru yang mulai menjauh dari nilai-nilai jurnalisme?
Yang pasti, sejarah tidak pernah lupa. Dan dunia pers akan terus mencatat, siapa yang tetap bersama mereka, dan siapa yang perlahan menjauh setelah duduk di kursi kekuasaan. (***)
Artikel Terkait
Pembangunan GSG Tak Berizin Masih Menyisakan Polemik, Pemkot Tangsel Tegaskan Pengawasan Ketat
Pembangunan GSG Tak Berizin Masih Berproses, DCKTR Kota Tangsel Tegaskan Komitmen Pengawasan
Kasus Pelecehan di SMK Swasta Tangsel Mandek, Orang Tua Korban Teriakkan Ketidakadilan
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kali Dekat Pabrik Tahu Parung Serab Tangerang
Kick Off Cek Kesehatan Gratis di Tangsel: Pemerintah Jemput Bola Periksa 53 Juta Siswa se-Indonesia