Perintah Wapres Diabaikan, Meutia Hafidz Lupa Asalnya dari Wartawan?

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Junaidi Rusli, Wakil Ketua FPRMI
Junaidi Rusli, Wakil Ketua FPRMI

Baca Juga: Menaker Yassierli Buka PBL, Wabup Najib Bangun Sinergi dengan BBPVP Serang

Bagaimana mungkin seorang menteri mengabaikan mandat langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia? Bukankah surat penugasan tersebut memiliki bobot yang tinggi dan seharusnya direspon dengan penuh tanggung jawab?

Ini bukan hanya tentang absensi, melainkan soal kepatuhan terhadap struktur negara dan etika birokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pejabat publik.

Apakah Meutia Mulai Lupa Jurnalisme?

Pertanyaan besar pun mengemuka: Apakah Meutia Hafidz mulai lupa bahwa dirinya berasal dari dunia pers? Dunia yang dahulu mengajarkan pentingnya hadir, mendengar, dan menyampaikan. 

Dunia yang mengedepankan transparansi, komunikasi terbuka, dan keberpihakan pada publik.

Saat seorang mantan wartawan memilih untuk tidak hadir, bahkan dalam forum penting seperti FPRMI, masyarakat pun wajar bertanya: apakah kekuasaan telah menjauhkan dia dari prinsip dasar profesinya dulu?

Baca Juga: Benyamin Targetkan 300 Ribu Pelajar di Tangerang Selatan Jalani Cek Kesehatan Gratis Melalui Program CKG

Refleksi untuk Pejabat Publik dari Kalangan Profesional

Kejadian ini menjadi momentum refleksi yang lebih besar. Bahwa ketika para profesional, termasuk jurnalis, masuk ke ranah kekuasaan, mereka seharusnya tetap membawa idealisme dan nilai-nilai profesinya. Bukan justru larut dalam birokrasi yang dingin dan terputus dari realitas masyarakat.

Di era disrupsi digital yang penuh tantangan, sinergi antara pemerintah dan media sangat penting. 

Namun bagaimana sinergi itu bisa terjadi, jika jembatan komunikasi saja tidak dibangun, bahkan dengan komunitas sendiri?

Masyarakat, terutama insan pers, tentu menanti klarifikasi dari Meutia Hafidz. 

Apakah benar ada alasan kuat di balik absensinya, atau ini memang cerminan sikap baru yang mulai menjauh dari nilai-nilai jurnalisme?

Yang pasti, sejarah tidak pernah lupa. Dan dunia pers akan terus mencatat, siapa yang tetap bersama mereka, dan siapa yang perlahan menjauh setelah duduk di kursi kekuasaan. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X