Kick Off Cek Kesehatan Gratis di Tangsel: Pemerintah Jemput Bola Periksa 53 Juta Siswa se-Indonesia

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 4 Agustus 2025 | 16:27 WIB
Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi, didampingi oleh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Senin (4/8-2025).
Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi, didampingi oleh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Senin (4/8-2025).

Pamulang, bidiktangsel.com — Program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) resmi dimulai di Kota Tangerang Selatan. Kick off program ini digelar di SMAN 6 Tangsel pada Senin (4/8/2025) dan dihadiri langsung oleh Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi, didampingi oleh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memeriksa kesehatan peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA/sederajat di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kali Dekat Pabrik Tahu Parung Serab Tangerang

Hasan Nasbi menyebut, langkah ini sebagai bentuk pendekatan jemput bola agar deteksi dini kondisi kesehatan siswa bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Hari ini pemerintah jemput bola datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kesehatan anak-anak sekolah. Diharapkan program ini bisa meng-cover 53 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia,” ujar Hasan di lokasi.

Pemeriksaan Menyeluruh: Dari Mata, Gigi, Hingga Gizi

Dalam tinjauannya, Hasan Nasbi menyempatkan diri memantau langsung kegiatan pemeriksaan kesehatan siswa di dalam kelas. 

Baca Juga: Kasus Pelecehan di SMK Swasta Tangsel Mandek, Orang Tua Korban Teriakkan Ketidakadilan

Ruang-ruang belajar disulap menjadi pos pemeriksaan yang meliputi pengecekan tekanan darah, berat dan tinggi badan, kesehatan mata, telinga, serta gigi dan mulut.

Meski hasil pemeriksaan secara umum menunjukkan kondisi baik, namun Hasan mengungkapkan masih banyak siswa yang mengalami masalah gizi. 

Ia juga menemukan beberapa kasus tekanan darah tinggi yang dialami siswa, salah satunya bahkan mencapai di atas 140 mmHg.

Baca Juga: Pembangunan GSG Tak Berizin Masih Berproses, DCKTR Kota Tangsel Tegaskan Komitmen Pengawasan

“Sebagian hasilnya cukup bagus, tapi di gizi banyak yang bermasalah. Ada juga 2 anak yang saya lihat langsung tekanan darahnya tinggi, ini menjadi temuan awal yang bisa ditindaklanjuti supaya tidak memburuk,” jelasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X