Baca Juga: Menteri ATR/BPN Pecat 6 Pegawai Terkait Penertiban Sertifikat Pagar Laut Tangerang
Namun, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan program dengan target baru sebesar 89 juta penerima manfaat, sehingga diperlukan tambahan dana Rp100 triliun.
Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun skema penggunaan dana agar program ini berjalan optimal.
"Pak Presiden bertanya, ‘Kalau mulai September, berapa dana yang dibutuhkan?’ Kami jawab, ‘Tambahan Rp100 triliun.’ Namun, BGN sejatinya sudah memiliki anggaran Rp300 triliun yang akan dieksekusi," ujar Dadan dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).
Baca Juga: Pemprov Banten Raih Skor 91,8 dalam Implementasi Program Pengendalian Gratifikasi KPK RI
Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat tetapi juga mendukung perekonomian rakyat. BGN membuka peluang bagi UMKM, koperasi, serta usaha berbasis komunitas untuk menjadi mitra resmi.
Beberapa syarat utama bagi mitra MBG antara lain:
- Berbentuk UMKM, koperasi, atau lembaga relevan di bidang makanan bergizi.
- Menggunakan bahan pangan lokal guna memberdayakan petani dan mengurangi ketergantungan impor.
- Memiliki legalitas usaha, seperti KTP, NPWP, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan skema ini, pemerintah memastikan bahwa program MBG tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagi petani, pelaku usaha kecil, dan ekosistem pangan nasional.
(***)
Artikel Terkait
Ketua PWI Kaltim: Satu Komando Dukung Penuh HPN 2025 di Banjarmasin
PWI Sumsel Tetap Solid Satu Komando dan Siap Hadiri HPN 2025 di Banjarmasin
HPN 2025 Usung Tema Ketahanan Pangan, Ketua PWI DKI Jakarta Siap Hadiri Acara di Banjarmasin
Ketua PWI NTT Siap Hadiri HPN 2025 di Banjarmasin, Tegaskan Dukungan Penuh
Ketua PWI Sulteng Tegak Lurus Satu Komando, Siap Hadiri HPN 2025 di Banjarmasin