Siswa SD di Medan Dihukum Belajar di Lantai karena Nunggak SPP, Publik Geram

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 21:25 WIB

Medan, Bidiktangsel.com – Peristiwa memilukan menimpa MI, seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar Yayasan Abdi Sukma di Medan, Sumatera Utara.

Bocah ini dihukum belajar di lantai selama tiga hari oleh gurunya karena belum membayar tunggakan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Kejadian ini viral di media sosial dan menuai banyak kecaman.

Baca Juga: Audiensi KSPI Provinsi Banten, Pemprov Banten Janji Tindaklanjuti Persoalan UMSK 2025

Menurut keterangan ibunya, AM, hukuman itu terjadi pada 6 hingga 8 Januari 2025. MI dipaksa duduk di lantai dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB selama jam pelajaran berlangsung.

"Dia disuruh duduk di lantai di depan teman-temannya. Dia malu dan bahkan sempat menangis," ujar AM saat ditemui pada Jumat, 10 Januari 2025.

AM menjelaskan bahwa keluarganya tengah mengalami kesulitan ekonomi sehingga belum mampu membayar tunggakan SPP selama tiga bulan.

Baca Juga: DJP Tegaskan Komitmen dalam Implementasi Coretax untuk Perbaikan Layanan Perpajakan

Kasus ini mencuat setelah video MI duduk di lantai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang ibu murid mempertanyakan tindakan guru yang menghukum MI di depan kelas.

Kepala Sekolah Yayasan Abdi Sukma, Juli Sari, mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut murni keputusan pribadi wali kelas tanpa koordinasi dengan pihak sekolah.

"Kami tidak pernah memiliki aturan yang melarang siswa ikut pelajaran karena tunggakan SPP. Apa yang dilakukan wali kelas itu adalah inisiatif pribadinya," jelas Juli.

Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Pabrik Garam di Kabupaten Serang, Dorong Swasembada Nasional

Juli menyatakan bahwa pihaknya telah meminta maaf kepada keluarga MI, dan kini MI dapat kembali belajar seperti biasa setelah SPP-nya dilunasi oleh beberapa relawan.

Wakil DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, turut memberikan perhatian terhadap insiden ini. Ia bersama pihak Partai Gerindra memberikan bantuan finansial untuk melunasi tunggakan SPP MI.

"Kami ingin memastikan pendidikan MI tidak terhambat. Keputusan untuk tetap di sekolah ini atau pindah kami serahkan sepenuhnya kepada keluarga," ujar Ihwan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X