Jakarta, bidiktangsel.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut usulan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) beberapa kali ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Staf Khusus Sri Mulyani, Yustinus Prastowo, mengatakan bahwa saat masa pandemi Covid-19, dibutuhkan respon kebijakan yang baik serta penanganan dengan segenap daya upaya, untuk dapat mengatasi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi Indonesia.
"Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dan didukung DPR adalah APBN diprioritaskan pada penanganan dampak pandemi Covid-19, antara lain melalui kebijakan refocusing anggaran," kata Yustinus yang dilansir dari Katadata.co.id, Selasa (10/1).
Baca Juga: Megawati Singgung Intimidasi Jelang Pemilu 2024
Yustinus menjelaskan, refocusing anggaran merupakan kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengalokasikan anggaran dari pos-pos yang tidak mendesak untuk dialokasikan ke pos-pos yang lebih mendesak, seperti penanganan pandemi Covid-19.
"Kebijakan ini dilakukan secara menyeluruh, termasuk di Kemenhan," kata Yustinus.
Yustinus menambahkan, Kemenkeu telah berkoordinasi dengan Kemenhan untuk membahas usulan anggaran Kemenhan.
Namun, karena adanya refocusing anggaran, maka usulan anggaran Kemenhan yang diajukan tidak dapat diakomodir sepenuhnya.
"Kami telah berkoordinasi dengan Kemenhan untuk membahas usulan anggarannya. Namun, karena adanya refocusing anggaran, maka usulan anggaran Kemenhan yang diajukan tidak dapat diakomodir sepenuhnya," kata Yustinus.
Baca Juga: Pemkab Pandeglang Terima Bantuan Teknis RDTR dari Kementerian ATR/BPN
Dalam debat Pilpres ketiga, Minggu (7/1), Prabowo Subianto menyatakan usulan anggaran Kemenhan beberapa kali ditolak Sri Mulyani.
Salah satu alasannya karena ada penyesuaian atau refocusing anggaran selama pandemi Covid-19.
"Saya sudah buat rencana, tetapi yang menentukan termasuk Menkeu. Saya memang sudah jadi Menteri Pertahanan empat tahun, tetapi kita diganggu oleh Covid-19 selama dua tahun, di mana terjadi refocusing. Banyak yang kami ajukan tidak disetujui oleh Menteri Keuangan," kata Prabowo. (***)
Artikel Terkait
Bapenda Kota Tangerang Optimis Target Pajak 2024 Tercapai
Tips Aman Menghadapi Banjir di Kota Tangerang
Pertumbuhan Penduduk Kota Tangerang Stabil di Kisaran 2 Juta Jiwa
Pemkot Tangerang Layani Jemput Bola Kependudukan untuk Lansia dan ODGJ
Bawaslu Kota Tangerang Imbau Peserta Pemilu Patuhi Aturan Pemasangan APK