Menurut Iwan, para pedagang di Jalan H. Usman sendiri mengaku siap jika dapat dipindahkan ke Pasar Ciputat walaupun harus membayar mahal, asalkan keberadaan mereka diakui Pemkot Tangsel.
"Di Jalan H. Usman ini kan panas, dan resiko berjualan di bahu jalan. Tapi karena demi kebutuhan hidup ditarik retribusi mahal mereka mau, apalagi kalau di pindahkan ke tempat yang aman mereka siap bayar," ujarnya.
Iwan mengatakan, dalam merevitalisasi pasar seharusnya Pemkot Tangsel tidak sekedar memperhatikan estetika akan tetapi kebijakannya juga harus memiliki asas manfaat.
"Setelah direvitalisasi pasar jadi tertib dan teratur, nilai estetikanya mungkin dapat, tapi secara manfaat dapat tidak? Pedagang sudah terakomodir belum? Apakah setelah direvitalisasi penjualan akan semakin baik?," Ujarnya.
Sementara itu salah satu pedagang Jalan H. Usman, Bahtiar mengatakan bahwa dirinya mengaku siap jika ada kesempatan dipindahkan ke Pasar Ciputat. Menurut Bahtiar, ia sendiri mengaku tak mempermasalahkan adanya revitalisasi Pasar Ciputat. Yang terpenting menurutnya adalah keberadaannya berjualan di sepanjang Jalan H. Usman tidak diusik.
"Apapun itu kebijalan yang dilakukan Pemkot Tangsel saya dukung. Tapi kalau dipindahkan ya senang sekali," ucapnya.(*/red).