Circular menjadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan sambungnya, artinya sampah harus bergerak, kalau tidak bergerak masalah sampah akan menumpuk dan jangan sampai mewariskan ke anak cucu. Dirinya menyakini, saat ini sudah ada pergerakan circular. Terutama lima tahun terakhir, sejumlah masyarakat dan produsen mulai menunjukkan aksinya. Namun, keterlibatan secara kolektif harus lebih digencarkan.
”Saya berharap atas dukungan seluruh masyarakat dan stakeholder akan terus menggerak kan guna mewujudkan cita-cita HPNS 2021, sampah menjadi bahan baku ekonomi di masa depan,” jelasnya.
”Semoga kegiatan ini, meningkatkan kepedulian akan pentingnya pengelolaan sampah. Utamanya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup,” tandasnya. (*/Red)