Baca Juga: Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”
Kemampuan tersebut dinilai penting bukan hanya untuk membentuk karakter, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental remaja ketika menghadapi tekanan, pengaruh lingkungan, maupun berbagai persoalan di kehidupan sehari-hari.
Benyamin secara khusus mengingatkan remaja untuk menjauhi tindakan kekerasan, penggunaan senjata tajam, serta pergaulan bebas yang dapat membawa dampak serius terhadap masa depan.
“Pilihan bukan ada di ibu kamu, pilihan bukan ada di orang tua kamu, pilihan bukan ada di pemerintah kota, tapi ada di diri sendiri untuk jadi orang bernilai. Jadi ingat ya, pilih keputusan dengan baik,” ujarnya.
Orang Tua, Guru dan Pemerintah Harus Bersinergi
Benyamin menegaskan, menjaga kesehatan mental remaja tidak dapat dibebankan hanya kepada anak maupun satu pihak tertentu. Menurutnya, keluarga, sekolah, dan pemerintah memiliki peran yang saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Baca Juga: CKG Tangsel Tembus 48 Persen, Pemkot Kejar Cakupan Lebih Luas untuk Deteksi Dini Penyakit
Ia mendorong orang tua dan guru untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan remaja sehingga anak memiliki ruang yang aman untuk bercerita, berdiskusi, dan menyampaikan persoalan yang dihadapinya.
“Antara orang tua, guru, dan Pemerintah Kota harus dalam satu kesatuan yang utuh menjaga anak dari kesehatan mental ini,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah semakin kuatnya pengaruh teknologi dalam kehidupan remaja. Selain memberikan manfaat dalam pendidikan dan komunikasi, ruang digital juga menuntut kemampuan literasi, kontrol diri, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Bagi Pemerintah Kota Tangsel, upaya menjaga kesehatan mental remaja dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut pendidikan karakter, lingkungan keluarga, pergaulan, dan kemampuan anak menghadapi perkembangan teknologi.
(***)