Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tangerang Selatan M. Hardi menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan KADIN.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dunia usaha agar program penataan pasar dan penguatan sektor perdagangan dapat berjalan lebih efektif.
Ia menilai, digitalisasi pasar menjadi salah satu langkah yang relevan untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus menarik minat generasi muda agar kembali berbelanja di pasar rakyat.
"Kami terbuka untuk berkolaborasi. Yang terpenting, program yang dibangun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Hardi juga mengusulkan agar kolaborasi diawali dari proyek percontohan (pilot project), salah satunya di Pasar Ciputat yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat perdagangan modern berbasis digital.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak juga membahas penataan pedagang, optimalisasi ruang usaha yang belum dimanfaatkan, peluang menghadirkan sentra usaha kreatif, hingga pengembangan kawasan perdagangan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, KADIN Tangsel menyampaikan kesiapan membentuk tim teknis bersama Disperindag guna menyusun langkah-langkah implementasi, termasuk survei lapangan dan penyusunan konsep kerja sama.
Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pembentukan tim koordinasi dan peninjauan langsung ke Pasar Ciputat sebagai lokasi awal yang diproyeksikan menjadi percontohan kolaborasi digitalisasi pasar di Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga: Diprotes 2.000 Runner, Panitia Tangsel Fun Walk & Run Minta Maaf Soal Medali Telat
Kolaborasi antara KADIN Tangsel dan Disperindag diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem perdagangan, mendorong transformasi digital UMKM, meningkatkan daya saing industri lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan secara berkelanjutan.
(***)