Sementara itu, cakupan pemeriksaan kehamilan sesuai standar nasional sebanyak enam kali kunjungan, termasuk minimal dua kali pemeriksaan dokter disertai USG, baru mencapai 51,35 persen.
Menurutnya, capaian tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu faktor penyumbang terjadinya stunting di Tangerang Selatan sehingga upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan kegiatan Gerakan Bumil Sehat merupakan langkah promotif dan preventif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak masa kehamilan.
Baca Juga: IPF DKI Jakarta Siapkan Strategi Besar Menuju PON 2028, Target Sumbang Medali Emas untuk Jakarta
Menurut Pilar, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengenai langkah-langkah menjaga kehamilan agar ibu dan bayi tetap sehat hingga proses persalinan.
"Tujuannya agar anak-anak lahir dengan sehat, selamat, memiliki pertumbuhan fisik yang baik, sekaligus perkembangan otak yang optimal," kata Pilar kepada wartawan usai kegiatan.
Ia menambahkan, edukasi sejak masa kehamilan merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperpanjang angka harapan hidup.
Melalui Gerakan Bumil Sehat, Pemkot Tangsel berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan sesuai standar terus meningkat sehingga risiko komplikasi kehamilan, anemia, maupun stunting dapat ditekan sejak dini.
(***)