info-tangsel

Pemkot Tangsel Respon Kritik Leony soal Anggaran Makan Minum Rp60 Miliar, Penggiat Literasi Usul Festival di HUT Kota

Rabu, 24 September 2025 | 07:53 WIB
Penggiat literasi Ahmad Rosidi Helmi mengusulkan kolaborasi

Serpong, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi atas kritik artis Leony Vitria Hartanti terkait alokasi anggaran Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2024, khususnya pos belanja makanan dan minuman rapat senilai Rp60 miliar. 

Sementara itu, penggiat literasi Ahmad Rosidi Helmi mengusulkan kolaborasi dengan Leony sebagai duta untuk menggelar "Festival Anggaran" menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kota Tangsel pada 26 November 2025.

Baca Juga: Leony Bedah Laporan Keuangan Tangsel 2024, Wali Kota Benyamin Jelaskan Anggaran Suvenir Rp20,48 Miliar

Leony Vitria Hartanti, mantan personel Trio Kwek-Kwek, mengkritik pengelolaan anggaran Pemkot Tangsel melalui unggahan Instagram Story-nya pada 18 September 2025.

Ia menyoroti ketimpangan alokasi, di mana biaya konsumsi rapat mencapai Rp60 miliar, sementara anggaran perbaikan jalan hanya Rp731 juta. 

"Souvenir Rp20 miliar, makanan dan minuman rapat Rp60 miliar, perjalanan dinas Rp117 miliar, bansos mi instan Rp10 miliar. Kalau kayak gini, pajak dari rakyat untuk rakyat gak ya?" tulis Leony, yang memicu tagar #AnggaranTangsel viral di media sosial.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Klarifikasi Isu yang Berkembang, Wali Kota Benyamin Davnie: “Transparansi Informasi Terus Kami Perbaiki”

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie merespons melalui konferensi pers di Balai Kota pada 23 September 2025. Ia menegaskan bahwa LKPD 2024 setebal 520 halaman telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sejak Januari hingga Mei 2025 dan dipublikasikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 

"Dana Rp60 miliar untuk konsumsi rapat tersebar di 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk 6 TK negeri, 157 SD, 24 SMP, 3 RSUD, dan 35 puskesmas. Ini mencakup Musrenbang, sosialisasi kesehatan, hingga makan pasien RSUD senilai Rp66 miliar terpisah," jelas Benyamin.

Baca Juga: PITS Tangsel: Ubah Status Jadi Perseroda Air Minum, Sertifikat Saja Belum Punya”

Benyamin juga meluruskan pos lain: souvenir Rp23 miliar untuk pelatihan dan promosi pariwisata, perjalanan dinas Rp117 miliar untuk 37 SKPD dan 54 kelurahan termasuk pelatihan aparatur, serta bansos mi instan sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan kumulatif Rp648 miliar. 

Ia menekankan komitmen transparansi dan mengajak publik ikut Musrenbang 2026, tanpa rencana jalur hukum atas kritik Leony.

Di tengah polemik, penggiat literasi Ahmad Rosidi Helmi mengusulkan inisiatif positif melalui pernyataannya di komunitas lokal.

 

Halaman:

Tags

Terkini