Baca Juga: Dicekik Bunga 36%, Warga Tangsel Ajukan Permohonan Banding Usai Ditolak PN Tangerang
Ditemukan sejumlah foto yang menunjukkan kedekatan mencurigakan antara MD dan korban, salah satunya menampilkan pose MD bertelanjang dada sedang memeluk RN, diduga di dalam kontrakan.
“Anak saya sering diajak ke kontrakannya, katanya buat belajar. Bahkan pernah nginep. Tapi saya juga kerja mulung, jadi nggak bisa ngawasin tiap hari,” lanjut sang ayah, dengan nada sedih.
Setelah mendapati hal itu, keluarga sempat menegur keras MD. Tak lama kemudian, pria itu menghilang dari kontrakannya tanpa jejak. Beberapa hari berselang, RN juga ikut menghilang dari rumah.
Baca Juga: “Dewa Korupsi” Masih Hidup: Dari Orde Baru ke Era Reformasi, Mereka Hanya Berganti Wajah
“Dugaan kami, anak saya dijemput diam-diam dan dibawa pergi. Kami curiga ada niat jahat dari pria itu,” ujarnya.
Saat ini, pihak keluarga hanya bisa berharap besar kepada aparat kepolisian agar RN segera ditemukan dalam kondisi selamat, dan bisa kembali bersekolah serta menjalani hidup normal seperti sedia kala.
“Saya cuma ingin anak saya kembali. Kami ingin dia bisa sekolah lagi, bisa kami jaga lagi. Mohon bantuannya semua pihak,” tutup Rosiman dengan mata berkaca-kaca.
Peristiwa ini menyoroti celah pengawasan terhadap anak usia remaja di lingkungan padat penduduk dan pentingnya peran orang tua serta masyarakat dalam mendeteksi relasi tak sehat antara anak dan orang dewasa.
Baca Juga: Skandal Beras Oplosan Gegerkan Publik: Indomaret dan Alfamart Serentak Tarik Produk
Kasus RN bukan hanya tragedi keluarga, melainkan peringatan serius bagi masyarakat dan pihak berwenang tentang ancaman predator sosial yang bersembunyi di balik profesi informal dan aktivitas media sosial.
(***)