Baca Juga: Menteri UMKM Maman Abdurrahman Klarifikasi ke KPK: Satu Rupiah pun Tak Gunakan Uang Negara
Tuntutan tersebut antara lain:
- Pembangunan dan perbaikan drainase yang memadai di sekitar lokasi proyek;
- Pembersihan sampah dan pohon yang mengganggu akses jalan;
- Pembersihan jalan dari lumpur dan material proyek;
- Koordinasi aktif antara pihak proyek, pemerintah, dan warga.
Rocky menegaskan bahwa akses jalan menuju lokasi proyek akan tetap diblokir hingga seluruh tuntutan dipenuhi secara nyata.
“Itu keputusan warga. Kalau belum ada perbaikan nyata, jangan buka jalan dulu. Kami tidak mau banjir terulang lagi,” tegasnya.
Lurah Dukung Aspirasi Warga, Komitmen Tertulis Sudah Disepakati
Lurah Rawa Mekar Jaya, Rahmat Kurnia, menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi dan kekhawatiran warga.
Baca Juga: Wah Gawat! Polisi Grebek Gudang Penampung Barang Kedaluwarsa di Serpong
Dalam mediasi tersebut, pihak kelurahan ikut menandatangani surat komitmen bersama antara warga dan pengelola proyek.
“Lurah mendukung agar semua berjalan baik. Komitmennya sudah tertulis dan ditandatangani. Tinggal realisasi dari pihak proyek,” tutur Rocky mengutip pernyataan Lurah Rahmat.
Warga berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan dan menjaga harmonisasi sosial di lingkungan mereka.
Baca Juga: Realisasi Investasi Triwulan I 2025 di Tangsel Lampaui Target, Sinyal Positif Bagi Iklim Usaha
Sorotan terhadap Izin dan Pengawasan Pembangunan
Kasus di Kencana Loka kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap proyek pembangunan di kawasan permukiman.
Minimnya transparansi, ketiadaan IMB, serta kelalaian dalam memenuhi standar teknis seperti sistem drainase, menjadi titik kritis yang harus segera ditangani pemerintah daerah.