Serang, bidiktangsel.com – Ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Banten 2025 kembali menjadi wadah strategis bagi para inovator lokal untuk mempresentasikan hasil karya teknologi yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Salah satu sorotan utama datang dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mengusung inovasi lokal berbasis potensi wilayahnya sendiri.
Dalam acara yang digelar di Gedung Negara, Kota Serang, pada Kamis (12/6/2025), Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa inovasi yang berdampak besar tidak harus kompleks.
Menurutnya, kunci dari keberhasilan teknologi tepat guna adalah kemampuannya dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.
"Gelar TTG merupakan platform penting untuk menyebarluaskan teknologi yang bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Harapannya, hasil dari TTG dapat diimplementasikan secara luas dan menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi berbasis potensi lokal di masa depan," ujar Benyamin dalam sambutannya.
Baca Juga: SPMB Online 2025 Mulai Diterapkan: SDN Muncul 03 Setu Jadi Percontohan Sukses Tangsel
Inovasi Tangsel: Sederhana, Efektif, dan Memberdayakan
Dalam ajang tersebut, inovator dari Tangerang Selatan menampilkan beberapa teknologi sederhana yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, seperti alat pengering serbaguna bertenaga surya, sistem irigasi hemat air berbasis sensor, serta aplikasi digital untuk pelaku UMKM yang dirancang oleh warga lokal.
Keseluruhan inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi di Tangsel.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak hanya berasal dari laboratorium canggih, melainkan juga bisa tumbuh dari observasi terhadap kebutuhan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.
Baca Juga: Masyarakat Pertanyakan Alokasi Anggaran Ratusan Miliar Pokir DPRD Kota Tangerang Selatan
Platform Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan
Gelar TTG Banten 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang temu kolaboratif antara pelaku inovasi, pemangku kebijakan, dan masyarakat luas.
Kegiatan ini mendorong pertukaran gagasan lintas daerah, yang dapat memperkuat daya saing inovasi lokal sekaligus memperkaya wawasan dalam penerapan teknologi tepat guna.