Masyarakat Berhak Menuntut Hasil, Bukan Hanya Laporan
WTP bukan akhir dari segalanya. Ia harus dianggap sebagai langkah awal menuju tata kelola keuangan yang baik, bukan sebagai sertifikat keberhasilan mutlak.
Di balik dokumen yang tersusun rapi, bisa saja tersembunyi pemborosan, proyek sia-sia, bahkan kegagalan menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, masyarakat perlu menyadari bahwa rapinya laporan keuangan bukan jaminan adanya keadilan anggaran. Kita butuh lebih dari sekadar WTP.
Kita butuh WTP yang berdampak—di mana setiap rupiah digunakan untuk mengangkat derajat hidup rakyat.
Baca Juga: Warga Ciputat Diduga Jadi Korban Teror Premanisme hingga Enam Kali, Polisi Bungkam
WTP Bukan Prestasi Jika Tak Ada Perubahan di Lapangan
Capaian WTP hendaknya tidak menjadi panggung selebrasi, melainkan refleksi atas tanggung jawab besar dalam pengelolaan uang rakyat.
Pemerintah pusat dan daerah harus membuktikan bahwa mereka tidak hanya pandai membukukan anggaran, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi kesejahteraan yang nyata dan merata.
Karena pada akhirnya, tujuan akhir dari pengelolaan anggaran publik bukanlah pujian dari auditor, melainkan senyum dan rasa aman dari rakyat yang dilayani. (***)