Jakarta, bidiktangselm.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan fakta mengejutkan tentang harga asli gas elpiji 3 kg yang selama ini dijual dengan harga subsidi.
Menurutnya, harga sebenarnya gas elpiji 3 kg mencapai Rp42.750 per tabung, jauh lebih tinggi dari harga eceran yang dibayar masyarakat, yaitu sekitar Rp20 ribuan.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Tangsel: Wali Kota Benyamin Davnie Apresiasi Kebijakan Pemerintah
“Subsidi untuk LPG 3 kg ini sangat besar. Harga sesungguhnya satu tabung adalah Rp42.750,” jelas Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025).
Namun, berkat subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), masyarakat hanya perlu membayar Rp12.750 per tabung.
Artinya, pemerintah menanggung selisih sebesar Rp30.000 per tabung atau sekitar 70% dari harga aslinya.
Suahasil menyebutkan bahwa realisasi belanja subsidi LPG 3 kg pada 2024 mencapai Rp80,2 triliun.
Angka ini tergolong besar dibandingkan subsidi lainnya, seperti BBM dan pupuk. Subsidi ini dinikmati oleh sekitar 40,3 juta pelanggan, yang sebagian besar merupakan rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Subsidi LPG, BBM, dan listrik masuk dalam kelompok belanja perlindungan sosial (perlinsos). Pada 2024, anggaran perlinsos naik dari Rp436,2 triliun di 2023 menjadi Rp455,9 triliun.
Baca Juga: Menteri Muhaimin Iskandar Hadiri Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Ciater
Tidak hanya LPG, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menjelaskan bahwa harga asli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi mencapai Rp11.950 per liter.
Namun, berkat subsidi, masyarakat hanya membayar Rp6.800 per liter.
“Siapa yang menanggung selisih Rp30.000 per tabung LPG 3 kg dan Rp5.150 per liter solar? Pemerintah, melalui belanja APBN yang bersumber dari pajak yang Anda bayar,” tegas Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati, Rabu (8/1/2025).