Ciputat, bidiktangsel.com - Sebuah kota yang dikenal dengan motonya "Cerdas, Modern, Religius (Cmore)", kini menghadapi tantangan besar terkait keamanan anak-anak.
Dalam dua bulan terakhir, kekerasan seksual dan penculikan anak menjadi sorotan serius di tengah masyarakat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, terutama orang tua, yang merasa bahwa Kota Tangerang Selatan sedang berada dalam kondisi darurat kekerasan anak.
Terjadi lagi, Kasus Penculikan di Serua Indah: begini kronologi singkatnya
Ketua RW 07, Kelurahan Serua Indah, mengungkapkan sebuah insiden penculikan yang baru saja terjadi.
Seorang anak perempuan yang baru saja pulang dari les dibuntuti oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: Prestasi Gemilang Indra Gunawan Saat Memimpin BPN Kota Depok, KPK Beri Penghargaan
“Saat di dekat pintu gerbang, dia dibujuk dengan alasan bahwa ibunya mengalami kecelakaan,” ujarnya. Anak tersebut lalu diajak ke arah Pamulang.
Meskipun kamera CCTV di sekitar hanya menangkap gambar tanpa suara, pelaku akhirnya mengembalikan korban pada malam hari sekitar pukul 10 di dekat SMP Negeri 23.
“Pelakunya kabur setelah menurunkan korban. Dia memakai masker, celana pendek, dan topi, kelihatannya sudah agak tua,” tambah Ketua RW tersebut.
Keluarga korban mengatakan bahwa anak tersebut kini trauma dan enggan menceritakan lebih banyak tentang kejadian tersebut.
Saat ini, mereka sedang mempersiapkan laporan resmi kepada pihak kepolisian dengan dugaan penculikan.