Baca Juga: Tekan Risiko Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap 204 Meter di Bukit Nusa Indah
Benyamin kemudian mengibaratkan peran keluarga sebagai rem yang membantu mengendalikan seseorang ketika menghadapi godaan atau tekanan.
“Kalau dikasih duit kegedean, kan rem. Atau diwanti-wanti sejak awal berangkat, ‘Pak, hati-hati ya, Bismillah, cari rezeki yang halal saja’,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Keluarga Berintegritas yang dikembangkan KPK, yakni melibatkan pejabat pemerintah bersama pasangan untuk menginternalisasikan dan menjaga nilai integritas serta antikorupsi dalam keluarga.
KPK juga menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan penting untuk menanamkan nilai integritas, termasuk kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan membedakan hak dengan sesuatu yang bukan menjadi hak.
Baca Juga: Kekeringan Mengancam, Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Cipeucang Cegah Kebakaran Lahan
Penguatan budaya integritas di lingkungan Pemkot Tangsel, di sisi lain, diarahkan tidak hanya pada aspek pengawasan administrasi pemerintahan, tetapi juga pembentukan perilaku dan nilai antikorupsi dari lingkungan keluarga.
Dengan melibatkan pasangan pejabat dalam program keluarga berintegritas, pemerintah daerah mendorong agar komitmen menjaga integritas tidak berhenti di kantor, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(***)
Artikel Terkait
Lindungi Warga dari Abu Vulkanik, Pilar Saga Bagikan 14 Ribu Masker di Tangsel
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Jadi Perhatian, Warga Tangsel Diminta Waspada dan Gunakan Masker
Datara Diluncurkan, Pemkot Tangsel Dorong Kebijakan Publik Berbasis Data
Ketum PBMA Dorong Lompatan Organisasi Mathla’ul Anwar Jawa Tengah, Haris Pimpin Periode 2026-2031
Sidak Pool Taksi Ciater Maruga, Julham Firdaus Soroti Pengerasan Tanah dan Turap