Ciputat — Ajang lari Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 yang digelar di area Car Free Day (CFD) Serpong, berdampingan dengan ITC Serpong, Minggu (2/8/2026), berujung protes dari sekitar 2.000 peserta.
Penyebabnya, medali dan sejumlah fasilitas yang dijanjikan panitia tidak kunjung diterima peserta di garis finis.
Peserta mulai berkumpul untuk start pukul 06.00 WIB. Kejanggalan sudah terasa sejak awal lantaran tidak ada tanda pengenal panitia di lokasi, yang tampak hanya petugas bike marshall pengawal jalur lari.
Di garis finis, medali yang dijanjikan tak kunjung ada dengan alasan masih dalam pengiriman dari Bandung.
Acara dengan kategori lari 5K ini dijual dengan biaya pendaftaran Rp99 ribu per peserta melalui platform Artatix. Dengan jumlah peserta sekitar 2.000 orang, estimasi total nilai transaksi pendaftaran acara ini mencapai sekitar Rp198 juta.
Salah satu orang tua peserta, Ramses, menyampaikan kekecewaannya di lokasi dan menyatakan akan menempuh jalur hukum atas kerugian yang dialami peserta.
Sejumlah peserta lain mendatangi pengelola Mall ITC Serpong untuk meminta kejelasan, bahkan sempat mengusulkan kompensasi berupa parkir gratis, namun usulan itu ditolak pihak pengelola mal karena dinilai di luar kewenangannya.
Video kericuhan di lokasi lomba itu kemudian viral di media sosial dan memancing respons Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga: IPF DKI Jakarta Siapkan Strategi Besar Menuju PON 2028, Target Sumbang Medali Emas untuk Jakarta
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, melalui akun Instagram pribadinya menyatakan penyelenggara telah mencoreng nama baik Kota Tangsel dan menegaskan tidak akan lagi memberi izin bagi penyelenggara tersebut untuk menggelar kegiatan serupa di wilayah Tangsel ke depannya.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan turut merespons. Dispora menyatakan pihaknya menghormati inisiatif masyarakat maupun penyelenggara swasta dalam mengembangkan olahraga rekreasi, namun menegaskan tanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan oleh pihak ketiga berada di tangan penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemkot turut meminta penyelenggara segera dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban.
Menanggapi kisruh tersebut, penanggung jawab acara, Adit, dari penyelenggara Terang Kreasi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menjelaskan keterlambatan medali terjadi akibat kendala produksi dan distribusi, dan menyebut hal itu sebagai bahan evaluasi serius bagi timnya ke depan.
Artikel Terkait
Audiensi Kadin Tangsel dan Dinas SDABMBK Perkuat Kolaborasi Pembangunan, Dorong Investasi hingga Pemanfaatan Aset Daerah
OTT KPK di Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro Diamankan, Jadi Kepala Daerah ke-18 Terjaring Sepanjang 2026
Lepas Sambut Camat Ciputat, H. Mamat Berpamitan Usai 3 Tahun 7 Bulan Mengabdi, Erwin Gemala Putra Siap Lanjutkan Program
BRI Percepat Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Peran Danantara Dorong Ekonomi Nasional
Wartawan Parlemen Kecam Pernyataan Deddy Sitorus soal "Sirkus", Siapkan Laporan ke MKD