KADIN Tangsel–Dinas Ketapang Perkuat Sinergi, Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur hingga Pengembangan Agribisnis Pisang

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 7 Juli 2026 | 22:28 WIB
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan

Baca Juga: SPMB Tahap III SMP Negeri Tangsel Resmi Dibuka, Jalur Afirmasi, Disabilitas, dan Pilihan SMP Swasta Pendamping Mulai 6 Juli

Menurut Marhadi, berbagai program unggulan Dinas Ketapang dapat dipublikasikan secara lebih luas melalui strategi pemasaran digital sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian lokal sekaligus memperkuat literasi masyarakat terhadap sektor pangan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, Supriyatna, menyambut baik inisiatif KADIN Tangsel dalam membangun kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai konsep yang ditawarkan KADIN sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki Kota Tangerang Selatan.

Menurut Supriyatna, pengembangan agribisnis pisang tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga membuka peluang ekonomi sejak proses pembibitan hingga pengolahan produk turunannya.

Baca Juga: Videotron di Simpang Polres Tangsel Diduga Bermasalah, LSM Kibar Soroti Dugaan Pelanggaran PBG dan Konstruksi

"Budidaya pisang memiliki rantai ekonomi yang panjang. Mulai dari bibit, proses budidaya, hasil panen, hingga produk olahan semuanya memiliki nilai ekonomi. Bahkan limbah tanaman seperti gedebong pisang masih dapat dimanfaatkan, misalnya sebagai pakan ternak maupun media budidaya belut," jelasnya.

Ia juga mengusulkan agar berbagai ide yang disampaikan KADIN dituangkan dalam sebuah konsep kerja bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kalangan akademisi.

Menurutnya, model kolaborasi tersebut akan memperkuat implementasi pembangunan sektor pangan sekaligus menciptakan peluang investasi yang terukur.

"Kita perlu menyusun konsep bersama. Pemerintah memiliki regulasi, dunia usaha memiliki kemampuan investasi, dan akademisi memberikan kajian. Jika ketiganya berjalan bersama, maka program ketahanan pangan akan lebih efektif dan berkelanjutan," ujar Supriyatna.

Baca Juga: Kronologi Ngeri Perlawanan Terduga Bandar Narkoba di Kalteng saat Digeruduk Polisi, Berujung Wafatnya 3 Aparat

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membuka ruang komunikasi yang lebih intensif guna menyusun program-program konkret yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Kota Tangerang Selatan, mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang belum produktif, serta mendorong lahirnya investasi baru di sektor pertanian, perikanan, dan pangan berbasis kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X