May Day 2026: KADIN Tangsel – APINDO Dorong Energi Terbarukan, Siapkan Lapangan Kerja Baru

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:37 WIB
Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan, Marhadi, bersama Anggota APINDO, Hendry Suhardja, menegaskan komitmen sinergi lintas sektor dalam menciptakan peluang kerja
Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan, Marhadi, bersama Anggota APINDO, Hendry Suhardja, menegaskan komitmen sinergi lintas sektor dalam menciptakan peluang kerja

Baca Juga: Health Tourism Tangsel Mulai Digarap, Kadis Pariwisata: Fokus pada Kebutuhan Pasien dan Keluarga

“Prioritasnya adalah mereka yang sudah punya dasar di bidang bengkel. Tinggal dikembangkan ke teknologi listrik melalui pelatihan dan sertifikasi,” kata Hendry Suhardja.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam mengurangi angka pengangguran di tengah perubahan industri.

Sinergi Industri dan Pemerintah

Lebih lanjut, Hendry menekankan pentingnya sinergi antara Kadin, APINDO, pemerintah daerah, serta pelaku usaha termasuk dealer kendaraan listrik untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Ke depan, direncanakan akan dibangun pusat pelatihan sekaligus bengkel terpadu yang menjadi hub kolaborasi antara industri dan tenaga kerja.

Baca Juga: Diskusi Bersama PT Taspen, CEO Promedia Ungkap Pentingnya Kreativitas Media di Tengah Persaingan Dunia Digital

“Kalau perlu, kita siapkan satu tempat khusus untuk pelatihan dan praktik langsung. Nanti disinergikan dengan dealer dan pelaku usaha sebagai mitra,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Disrupsi Industri

Transformasi menuju energi terbarukan juga membawa konsekuensi terhadap dunia kerja, termasuk potensi pengurangan tenaga kerja di sektor tertentu. Namun, Marhadi menilai hal ini dapat diantisipasi dengan program reskilling dan upskilling.

“Perubahan ini tidak bisa dihindari. Tapi justru harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan jenis pekerjaan baru,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa BLK saat ini telah diarahkan untuk menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan riil di masyarakat, sehingga outputnya lebih tepat guna.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Selain aspek ekonomi, inisiatif ini juga diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan, khususnya limbah kendaraan listrik yang tidak terkelola.

Baca Juga: Ungkap Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kasatreskrim Terima Penghargaan

“Selama ini banyak yang membeli kendaraan listrik, tapi ketika rusak malah dibuang. Ini bisa menimbulkan masalah baru. Maka kita dorong solusi berbasis servis dan perawatan,” kata Hendry.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X