Health Tourism Tangsel Mulai Digarap, Kadis Pariwisata: Fokus pada Kebutuhan Pasien dan Keluarga

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 1 Mei 2026 | 17:22 WIB
Kadis Pariwisata Tangsel Dorong Health Tourism, Gabungkan Layanan Medis dan Wisata
Kadis Pariwisata Tangsel Dorong Health Tourism, Gabungkan Layanan Medis dan Wisata

Bidiktangsel.com — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangerang Selatan mulai mematangkan konsep health tourism sebagai strategi baru penguatan sektor pariwisata berbasis layanan kesehatan

Hal ini disampaikan Kepala Dispar Tangsel, Mohammad Ervin Ardani, dalam wawancara khusus bersama awak media di ruang kerjanya, Gedung 2 Lantai 5 Puspemkot Tangsel, Selasa (28/4/2026).

Dalam keterangannya, Ervin mengakui potensi health tourism di Tangsel sudah ada, namun masih berskala kecil dan belum terintegrasi secara optimal.

Baca Juga: Dispar Tangsel Genjot Health Tourism 2026, Dua Rumah Sakit Disiapkan Jadi Destinasi Medis

“Banyak, tapi masih kecil. Misalnya fasilitas penunjang itu masih terbatas. Kalau dibandingkan dengan daerah seperti Penang, mereka sudah lengkap, dari layanan kesehatan sampai kuliner pendukung,” ujar Ervin.

Menurutnya, konsep health tourism tidak hanya berhenti pada layanan rumah sakit, tetapi juga mencakup ekosistem pendukung yang menyeluruh, mulai dari akomodasi, kuliner sehat, hingga aktivitas pemulihan pasien dan keluarga.

Ia mencontohkan pengalaman pribadi saat mendampingi orang tuanya menjalani perawatan medis. Dalam kondisi tersebut, keluarga pasien tidak selalu bisa berada di ruang perawatan setiap saat.

“Di situlah health tourism hadir. Ketika keluarga pasien tidak bisa terus mendampingi, mereka perlu aktivitas lain yang tetap relevan dan mendukung kondisi kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Banten Apresiasi TangselOne, Dorong Transformasi Layanan Publik Digital

Ervin menambahkan, pendekatan ini juga menyasar pasien dengan kebutuhan perawatan jangka menengah, seperti penderita penyakit kronis yang memerlukan masa pemulihan beberapa minggu. 

Dalam periode tersebut, kebutuhan akan lingkungan yang nyaman dan aktivitas pendukung menjadi krusial.

“Misalnya pasien butuh dua minggu perawatan. Keluarga yang datang tentu butuh tempat tinggal, makanan yang sesuai, bahkan aktivitas ringan untuk menjaga kondisi mental. Itu semua bagian dari health tourism,” katanya.

Lebih lanjut, Dispar Tangsel tengah menjajaki konsep integrasi antara rumah sakit, hotel, hingga pelaku usaha kuliner. 

Baca Juga: TangselOne, Layanan Publik Digital Terintegrasi Berbasis AI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X