Ciputat, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi meluncurkan aplikasi layanan publik terintegrasi TangselOne pada Kamis (30/4/2026) di Aula Blandongan, Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting percepatan transformasi digital pelayanan publik di daerah.
Peluncuran TangselOne dihadiri oleh Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Kementerian PAN-RB, Mohammad Averrouce, yang menegaskan bahwa digitalisasi merupakan bagian tak terpisahkan dari reformasi birokrasi nasional.
Baca Juga: Resmi! 58 Cabor Dipertandingkan di Porprov VII Banten 2026, Tangsel Siap Jadi Tuan Rumah
Dalam sambutannya, Averrouce menyampaikan bahwa transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam mendukung pembangunan yang efektif dan efisien.
“Transformasi digital pemerintah ini menjadi bagian penting dari proses pembangunan dan reformasi birokrasi yang kita lakukan. Saat ini pelayanan publik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan smartphone dan aplikasi digital yang semakin masif di masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana masyarakat kini terbiasa dengan layanan cepat berbasis digital, bahkan dalam hitungan menit.
Hal ini, menurutnya, harus direspons oleh pemerintah daerah melalui inovasi layanan yang responsif dan terintegrasi.
Baca Juga: Tangsel Resmi Tuan Rumah Porprov VII Banten 2026, KONI Serahkan SK dan Umumkan Cabor
Averrouce juga mengapresiasi fitur dalam TangselOne, termasuk layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti chatbot yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat kepada masyarakat.
“Saya sudah mencoba langsung, cukup melalui pesan singkat, informasi terkait pelayanan hingga lokasi wisata bisa langsung direspons dengan cepat. Ini menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan publik,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa digitalisasi tidak boleh menghilangkan akses layanan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau teknologi. Oleh karena itu, konsep omni-channel tetap harus diterapkan.
Baca Juga: Dispar Tangsel Genjot Health Tourism 2026, Dua Rumah Sakit Disiapkan Jadi Destinasi Medis
“Pelayanan publik tetap harus dilakukan melalui omni-channel. Digitalisasi menjadi tulang punggung, namun pemerintah juga harus tetap hadir secara langsung untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Pelantikan Kabag di Tanggamus Tuai Polemik, Analisis Ungkap Dugaan Celah Sistem Merit ASN
Beredar Kasus Penyiraman Air Keras di Rawa Buaya Cengkareng, Korban Tak Sempat Menghindar hingga Bikin Warga Panik
Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri, Masuk Tiga Besar Nasional
Wawancara Eksklusif: Dispar Tangsel Genjot Tangsel Festival, Klarifikasi Kewenangan Pariwisata
CFD Tangsel Naik Kelas, Dispar Siapkan Konsep Tematik dan Luncurkan Maskot Porprov