Salah satu gagasan yang tengah dibahas adalah pemberian paket khusus atau diskon akomodasi bagi pasien dan keluarga.
Baca Juga: Resmi! 58 Cabor Dipertandingkan di Porprov VII Banten 2026, Tangsel Siap Jadi Tuan Rumah
“Kalau orang datang untuk berobat, bukan berarti dia liburan. Tapi tetap harus ada fasilitas yang meringankan, seperti hotel dengan tarif khusus, atau akses ke tempat makan yang sesuai kebutuhan kesehatan,” ungkap Ervin.
Ia menekankan, konsep ini masih dalam tahap pembahasan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Kesehatan, pelaku usaha, hingga manajemen rumah sakit.
“Intinya, ini yang mau kita obrolkan lebih konkret. Konsepnya harus dikonfirmasi, harus matang, supaya benar-benar bisa jadi daya tarik baru bagi Tangsel,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangsel menargetkan health tourism tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus pelayanan yang lebih humanis bagi pasien dan keluarga.
Baca Juga: Tangsel Resmi Tuan Rumah Porprov VII Banten 2026, KONI Serahkan SK dan Umumkan Cabor
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan riil pasien, Dispar optimistis Tangsel dapat bersaing dalam pengembangan wisata kesehatan di tingkat nasional, bahkan regional.
(***)
Artikel Terkait
Update Harga Infinix GT 50 Pro HP Gaming Tipis dengan Desain Supercar
Sebut Dasco Berperan dalam Pembentukan Desk Ketenagakerjaan, Presiden KSPI Said Iqbal: Terima Kasih Pak Dasco
Warganet Ikut Geram, Viral Penumpang Menyuruh Diam Korban saat Melawan Terduga Pelaku Pelecehan di KRL Nambo: Jangan Tutup Mata dan Tidak Peduli
Ungkap Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kasatreskrim Terima Penghargaan
Diskusi Bersama PT Taspen, CEO Promedia Ungkap Pentingnya Kreativitas Media di Tengah Persaingan Dunia Digital