Baca Juga: Era Baru Layanan Digital, 441 Layanan Digital Kini Terintegrasi Satu Pintu
“Kami ingin ketemu lagi dengan dokter dan pihak rumah sakit. Saat ini sudah ada dua rumah sakit di Tangsel yang sebelumnya dikunjungi Kementerian Kesehatan sebagai kandidat health tourism,” jelasnya.
Konsep yang diusung, lanjut Ervin, akan mengadopsi sistem layanan terpadu seperti yang diterapkan di Penang, Malaysia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan wisata medis di Asia Tenggara.
“Kalau di Penang itu sudah paket lengkap. Pasien datang, dijemput di bandara, diantar ke hotel, ke rumah sakit, sampai kembali lagi. Itu yang ingin kita adaptasi di Tangsel,” katanya.
Baca Juga: Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri, Masuk Tiga Besar Nasional
Kendala Koordinasi dan Implementasi
Meski memiliki konsep yang dinilai menjanjikan, Ervin mengakui bahwa tantangan utama terletak pada koordinasi antar pemangku kepentingan yang masih berjalan sendiri-sendiri.
“Kendalanya masing-masing masih jalan dengan keyakinannya sendiri. Ide ini sebenarnya sudah lama dibahas, bahkan sempat muncul di forum nasional seperti APEKSI, tapi belum diterjemahkan secara konkret di tingkat daerah,” ungkapnya.
Selain itu, keterbatasan karakteristik geografis juga menjadi tantangan tersendiri bagi Tangsel yang tidak memiliki destinasi wisata alam.
“Kalau daerah lain mungkin mengandalkan alam, Tangsel ini semua buatan. Jadi kita harus kreatif membangun daya tarik yang berbeda, termasuk lewat layanan kesehatan,” tambahnya.
Baca Juga: Pelantikan Kabag di Tanggamus Tuai Polemik, Analisis Ungkap Dugaan Celah Sistem Merit ASN
Target Konkret dalam Waktu Dekat
Dispar menargetkan dalam waktu dekat akan ada langkah konkret berupa penetapan destinasi unggulan sekaligus model implementasi health tourism yang lebih terstruktur.
“Mudah-mudahan paling lama bulan depan kita sudah mulai konkretkan. Ini penting supaya tidak hanya jadi ide, tapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” pungkas Ervin.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Tangsel berharap sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada hiburan semata, tetapi juga mampu berkembang menjadi layanan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk kesehatan, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan. (***)
Artikel Terkait
Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital
Lihat Langsung Pelantikan Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH Baru di Istana, Rocky Gerung: Wakil Sipil Diundang
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih
Detik-detik Ledakan Keras saat Kebakaran Gedung Ekspedisi di Sukmajaya Depok, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Beredar Kasus Penyiraman Air Keras di Rawa Buaya Cengkareng, Korban Tak Sempat Menghindar hingga Bikin Warga Panik