Serpong, Menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 2026, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna memastikan kondisi infrastruktur tetap optimal.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, mengurangi potensi banjir dan genangan, serta meningkatkan keselamatan lalu lintas selama periode mudik dan libur lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, ST., MT, menyampaikan bahwa berbagai persiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baca Juga: HMI Pamulang Gelar Aksi Simbolik di Polres Tangsel, Soroti Dugaan Skandal Oknum Polisi
“Kami telah melakukan koordinasi intensif antarbidang untuk mengantisipasi potensi masalah infrastruktur selama libur Idul Fitri. Dengan kondisi infrastruktur yang prima, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Robbi.
Namun demikian, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca selama periode libur lebaran.
Berdasarkan informasi peringatan dini dari BMKG, selama periode libur Idul Fitri 2026 di wilayah Tangerang Selatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, maupun longsor kecil di beberapa titik rawan, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Perlu Bolak-Balik Banten–Jakarta, Pasien Terbantu Rumah Singgah Pemprov Banten
Dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur, SDABMBK Kota Tangerang Selatan telah melakukan sejumlah langkah strategis melalui masing-masing bidang.
Pada Bidang Bina Marga, tim melakukan perbaikan kerusakan jalan, khususnya pada ruas jalan arteri dan kolektor sekunder, melalui program penanganan cepat atau “sapu lubang”. Kegiatan ini ditargetkan rampung paling lambat 14 Maret 2026.
Selain itu, petugas juga memasang rambu-rambu, spanduk, serta baliho peringatan di sejumlah titik rawan kecelakaan guna meningkatkan kewaspadaan pengendara serta meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, Bidang Drainase melakukan pembersihan sedimen serta normalisasi saluran secara menyeluruh pada ruas-ruas utama dan lokasi yang kerap menjadi langganan genangan, seperti kawasan Rawabuntu, Melati Mas, Ciater Raya, Ceger Raya, Merpati Raya dan beberapa titik lainnya.
Baca Juga: Digitalisasi dan Identitas Bank Banten Harus Diperkuat
Artikel Terkait
Diduga Minta Barang Berharga, Oknum Pencuri Terekam CCTV Gedor Pintu Kamar Kos di Area Kampus Unika Medan
Abu Janda Dinilai Keliru Pahami Sejarah usai Sebut RI Tak Punya Utang Budi ke Palestina Setelah Masa Kemerdekaan 1945
Viral Eks Akuntan SPPG Lembursitu Sukabumi Beberkan Dugaan Mark Up PO Beras, Pesan 11 Karung tapi Hanya Datang 9
Viral Foto Dokumen Perjanjian Bertuliskan SPPG Tangsel, Ada Klausul Larangan Posting MBG ke Medsos
Pentas Mahzani 1000 Pelajar, Warisan Budaya Masyarakat Adat Tombulu Di Tanah Minahasa