Tangerang Selatan – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pamulang menggelar aksi simbolik di depan Gedung Polres Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus kritik terhadap sejumlah kasus yang melibatkan oknum anggota kepolisian, baik di wilayah hukum Tangerang Selatan maupun di luar daerah.
Dalam aksi tersebut, massa HMI membawa berbagai poster dan narasi kritik yang menyoroti menurunnya kualitas pelayanan publik serta penegakan hukum.
Baca Juga: Tak Perlu Bolak-Balik Banten–Jakarta, Pasien Terbantu Rumah Singgah Pemprov Banten
Mereka menilai rentetan kasus yang melibatkan oknum polisi menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengawasan internal dan pembinaan moral di tubuh institusi kepolisian.
Koordinator aksi, Suraidin, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas sejumlah peristiwa yang dinilai mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan oknum, tetapi sudah mengarah pada lemahnya sistem pengawasan. Bagaimana masyarakat bisa merasa aman jika aparat yang memegang kewenangan justru terjerat kasus hukum?” ujar Suraidin dalam orasinya.
Dalam penyampaian tuntutan, massa menyoroti beberapa kasus yang belakangan menjadi sorotan publik. Salah satunya dugaan pelecehan seksual oleh oknum anggota kepolisian di Polsek Serpong yang disebut terjadi di wilayah Muncul.
Baca Juga: Digitalisasi dan Identitas Bank Banten Harus Diperkuat
HMI menilai peristiwa tersebut menjadi ironi karena aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga melakukan pelanggaran terhadap martabat manusia.
Selain itu, massa juga menyinggung dugaan tindakan premanisme yang melibatkan oknum polisi di Polsek Pamulang.
Menurut mereka, tindakan tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat profesionalisme yang selama ini digaungkan institusi kepolisian.
Tak hanya itu, HMI Pamulang juga mengangkat kasus dugaan suap yang menyeret pimpinan struktural di tingkat kepolisian sektor, yakni penangkapan Kapolsek Pamulang bersama Kanit Reskrim terkait dugaan praktik suap.
Para demonstran menilai rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan perlunya langkah tegas dan transparan dari pimpinan kepolisian untuk melakukan pembenahan internal.
Artikel Terkait
Diduga Minta Barang Berharga, Oknum Pencuri Terekam CCTV Gedor Pintu Kamar Kos di Area Kampus Unika Medan
Abu Janda Dinilai Keliru Pahami Sejarah usai Sebut RI Tak Punya Utang Budi ke Palestina Setelah Masa Kemerdekaan 1945
Viral Eks Akuntan SPPG Lembursitu Sukabumi Beberkan Dugaan Mark Up PO Beras, Pesan 11 Karung tapi Hanya Datang 9
Viral Foto Dokumen Perjanjian Bertuliskan SPPG Tangsel, Ada Klausul Larangan Posting MBG ke Medsos
Pentas Mahzani 1000 Pelajar, Warisan Budaya Masyarakat Adat Tombulu Di Tanah Minahasa