Baca Juga: Dugaan Proyek Tak Sesuai Volume, Inlet Tandon Ciater Disorot DPRD Tangsel
“Saya merasa tidak salah menjadi wartawan. Karena ketika menjadi wartawan, saya kembali seperti menjadi guru. Kita menyampaikan materi, membimbing, dan memberi pemahaman kepada publik,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, ia juga mengangkat pertanyaan mendasar: mengapa guru dan ASN perlu memahami jurnalistik? Setidaknya ada tiga alasan utama, yakni peran sebagai penyampai informasi publik, peningkatan literasi media di lingkungan kerja dan pendidikan, serta penguatan komunikasi kebijakan yang akurat dan beretika.
Pelatihan ini berlangsung interaktif dengan diskusi seputar teknik dasar penulisan berita, struktur 5W+1H, verifikasi informasi, serta etika jurnalistik di era digital. Peserta juga diajak memahami tantangan hoaks dan pentingnya penyaringan informasi sebelum disebarluaskan.
Dengan digelarnya Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media 2026 ini, pemerintah daerah bersama komunitas pers berharap guru dan ASN mampu menjadi agen informasi yang kredibel, edukatif, dan bertanggung jawab di tengah dinamika komunikasi publik yang semakin cepat dan kompleks.
(***)
Artikel Terkait
Dirut Ali Ghufron Beberkan UU soal Tanggung Jawab BPJS Kesehatan, Klaim Tak Urus Biaya Faskes hingga Obat-obatan
Warga Desa Padasari Tegal Mengungsi karena Tanah Bergerak: Bawa Barang Penting, Sisanya Ditinggal
Viral Pria Disoraki Penonton saat Bubaran Konser di Malang, Diduga Pelaku Pencurian Helm
Jalan Tergenang Banjir hingga Jembatan Gantung yang Lapuk, Pelajar di Lampung Tengah Ngadu ke Presiden: Ini Perjuangan Kami ke Sekolah Pak Prabowo
BPBD Ceritakan Proses Evakuasi Pendaki Bukit Mongkrang yang Ditemukan Meninggal Dunia di Area Sungai Mitis