Baca Juga: Pengamat: Nongkrong di Kantin Saat Jam Kerja Cermin Lemahnya Etos Disiplin ASN
“Pasti ada pencatatan. Perolehan dan pemanfaatannya harus jelas,” ujarnya.
Kunardi juga menyampaikan bahwa pembangunan masjid yang ada di lingkungan sekolah dilakukan secara bertahap dan sebagian telah terealisasi pada masa kepemimpinannya. Ia menambahkan, apabila ke depan pembangunan masjid telah dianggarkan melalui APBD, maka pengumpulan infak dapat dihentikan.
Di akhir pernyataannya, Kunardi mengimbau alumni yang menyampaikan pengaduan tersebut untuk datang langsung ke sekolah.
“Silakan datang, kita lihat bersama data dan pembukuan yang ada,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan pengaduan di media sosial tersebut masih beredar luas dan menuai beragam respons publik, sementara masyarakat menunggu klarifikasi lanjutan serta transparansi resmi dari pihak terkait.
(***)
Artikel Terkait
Bantah Dakwaan Rp809 Miliar di Skandal Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim: Tak Ada Uang Masuk ke Saya
Program “Ngontenin Tangsel” Berlanjut dengan Hadiah Lebih Menarik
Ngontenin Tangsel Dinilai Salah Arah di Tengah Krisis Kota
DPRD Tangsel Minta Laporan Rapat Usai Pengiriman Sampah ke TPAS Cilowong Dihentikan
Mahfud MD Soroti Kasus Sejumlah Influencer yang Dibayangi Teror, Ingatkan Negara Harus Jamin Rasa Aman untuk Warganya