Seleksi Armada Ketat, Kendaraan Tak Layak Langsung Dihentikan
Desna menambahkan, pihaknya kini tengah melakukan penyortiran terhadap seluruh armada yang beroperasi. Truk yang ditemukan tak layak pakai akan langsung dihentikan penggunaannya.
“Dengan kondisi armada yang terbatas, kami pastikan yang beroperasi harus benar-benar layak. Minimal tidak ada bagian amrol yang bolong sehingga tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif memberi laporan mengenai truk yang sudah tidak layak pakai namun masih beroperasi. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi DLH dalam peningkatan layanan.
Baca Juga: Menata Ulang Keadilan Ekonomi Media di Era Platform Digital
Dorong Partisipasi Publik: Mulai dari Pilah Sampah di Rumah
Selain peremajaan armada, DLH Tangsel juga mengajak masyarakat berperan aktif mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
“Kami mengajak masyarakat membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Partisipasi publik penting untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” harap Desna.
Dengan hadirnya armada baru berteknologi penampung lindi, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan signifikan pada kualitas layanan kebersihan, sekaligus memperkuat komitmen kota menuju pengelolaan lingkungan yang lebih modern, sehat, dan berkelanjutan.
(***)
Artikel Terkait
Selidiki Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus saat Banjir Sumatera, Kemenhut Minta Waktu untuk Investigasi
Banjir dan Longsor di Sumatera, WALHI Soroti Hilangnya Hutan karena Negara yang Gampang Beri Izin Penggunaan Lahan
WALHI Beberkan Banyak Perusahaan Tambang Mangkir dari Kewajiban Reklamasi Usai Mengeruk Habis Kekayaan Alam
Banjir dan Longsor di Sumatera, ESDM Jamin Evaluasi hingga Sanksi Tegas Pencabutan 23 Izin Penambangan
Pengungsi Banjir-Longsor Sumatera Tembus Lebih dari 800 Ribu Jiwa, BNPB Ungkap Distribusi Bantuan Langsung ke Kantong Pengungsian