Baca Juga: Kajati Banten Lantik Pejabat Eselon II dan III, Tegaskan Integritas dan Profesionalisme Adhyaksa
Kajari dinilai memiliki peran strategis dalam memulihkan keadilan dan menindak jaringan pelaku yang merugikan warga.
Tantangan Internal: Membangun Integritas dari Dalam
Selain tekanan eksternal, tantangan terbesar Kajari baru justru datang dari internal institusi.
Publik berharap Kejaksaan Negeri Tangsel mampu menegakkan disiplin dan memastikan tidak ada jaksa yang terlibat dalam “permainan perkara.”
Langkah bersih-bersih internal menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.
Penegakan Hukum Humanis dan Modern
Di era digital, Kejaksaan dituntut tidak hanya tegas menindak, tetapi juga humanis dan transparan.
Baca Juga: KPID Banten dan KPI Pusat Dorong Literasi Media di Sekolah Rangkasbitung
Kajari diharapkan mendorong keterbukaan informasi publik, termasuk pelaporan rutin perkembangan perkara strategis tanpa melanggar asas praduga tak bersalah.
Selain itu, penguatan Restorative Justice (RJ) menjadi agenda penting bagi penanganan kasus ringan agar hukum hadir secara memulihkan, bukan sekadar menghukum.
Apresiasi untuk Kepemimpinan Sebelumnya
Dalam refleksi pergantian ini, publik juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Kajari Tangsel, Apsari Dewi, S.H., LL.M., Ph.D, atas dedikasinya menegakkan hukum dan memberantas praktik korupsi selama masa jabatannya.
Kepemimpinan beliau menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan reformasi hukum di Tangsel.
Artikel Terkait
Pilar Saga Ichsan Resmi Nahkodai Karang Taruna Tangsel, Siap Kolaborasi Dukung Program Pemerintah Daerah
Andika Hazrumi Dorong Karang Taruna Tangsel Prioritaskan Program Kepemudaan
Mahasiswa Akuntansi UNPAM Tanamkan Literasi Keuangan Anak Lewat Pembelajaran Kreatif di Taman Baca PEKA
Rangkap Jabatan Wakil Wali Kota Tangsel Dinilai Langgar Prinsip Good Governance
BCW Bawa Bukti ke Kejagung, Ungkap Dugaan Permainan Proyek Jalan Rp87,6 Miliar di Banten