Tuntutan Reformasi dan Transparansi
Sorotan publik terhadap DPRD Tangsel semakin menguat. Masyarakat sipil menuntut agar DPRD segera menghentikan praktik bancakan melalui Pokir dan kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai legislator, pengawas, sekaligus penganggaran yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Para pakar tata kelola keuangan daerah juga menegaskan perlunya transparansi. Mekanisme Pokir harus dibuka secara publik, termasuk siapa kontraktor pelaksana serta bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat.
Tanpa reformasi menyeluruh, Pokir dikhawatirkan hanya akan terus menjadi celah bancakan politik.
(***)
Artikel Terkait
Prabowo Angkat Isu Palestina di PBB, Bikin Titiek Soeharto Terharu
Forum Wartawan Kebangsaan Desak Audit Program MBG yang Sarat Masalah
Mengapa Anggaran Perjalanan Dinas Tangsel Rp115 Miliar, Padahal Kota Jogja Hanya Rp9 Miliar?
CV Galih Cantiqi Menang Tender Jalan Widya Kencana Rp12,3 M, Alamat Perusahaan Diduga Palsu
Pemkot Tangsel Hadiri Rapat Komisi II DPR RI, Bahas Gugatan Aset Lahan Sdri. Yatmi dengan PT JRP