Baca Juga: Pemkot Tangsel Dukung Perseroda PITS Kembangkan SPAM Kali Angke dan Cisadane
Fasilitas Transportasi Berlapis
Selain rumah dan komunikasi, fasilitas transportasi DPRD Tangsel juga dipandang janggal.
Anggota dewan mendapatkan mobil dinas berikut biaya BBM, tetapi tetap menerima tunjangan transportasi hingga biaya sewa kendaraan ketika kunjungan kerja.
“Publik bisa melihat betapa istimewanya anggota DPRD. Padahal, di sisi lain warga masih menghadapi persoalan pelayanan dasar,” lanjut Egi.
Tuntutan Evaluasi dan Audit
Dengan berbagai keistimewaan tersebut, Egi menilai DPRD Tangsel perlu segera dievaluasi.
Baca Juga: Polemik Pembangunan Gedung Yayasan Shekinah Glory di Serpong, Benarkah Akan Jadi Gereja?
“Harus ada audit dan rasionalisasi. DPRD bukan lembaga untuk memamerkan kemewahan, melainkan representasi rakyat. Jika fasilitasnya berlebihan, masyarakat wajar kecewa,” ujarnya menegaskan.
Hingga berita ini diturunkan, Wahyudi, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Tangerang Selatan, belum memberikan tanggapan. Konfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp masih diabaikan.
Kini publik menunggu respons DPRD Tangsel: apakah kritik terkait gaji dan tunjangan ini akan dijawab dengan langkah konkret, seperti menunda atau mengurangi alokasi tunjangan tertentu, atau tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
(***)
Artikel Terkait
Gubernur Bali Pastikan Tidak Ada Travel Warning Pasca Banjir Besar, Pariwisata Tetap Kondusif
Pembangunan Pagar Beton Laut Cilincing: Pemprov DKI Pastikan Nelayan Dapat CSR dari PT KCN
Dugaan Monopoli Tender Internet di Kabupaten Tangerang dan Tangsel: Satu Grup, Dua Nama Perusahaan
Peringatan Maulid Nabi, Pemkot Tangsel Gelar Dzikir, Istigasah, dan Doa Bersama
Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan Untuk Korban Ledakan di Pamulang