Tangsel – Aksi penolakan warga kembali terjadi di lingkungan RW 06 Blok A/B, Perumahan Kencana Loka, Kelurahan Mekarjaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Warga menolak keras rencana penggunaan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai akses jalan menuju proyek pembangunan Shekinah Glory Beth Slalom.
Penolakan itu disampaikan langsung kepada awak media oleh Sekretaris RW 06, Ajid, saat mendampingi warga melakukan aksi penutupan permanen terhadap akses tersebut.
Menurut Ajid, aksi ini merupakan buntut dari kekhawatiran warga atas potensi dampak lingkungan yang muncul jika lahan PT KAI tersebut dijadikan jalan proyek.
Pihak PT KAI sendiri, menurutnya, sudah dua kali mengeluarkan surat resmi yang menyatakan tidak mengizinkan lahan itu dipakai untuk keperluan proyek.
“Tadi sekitar pukul 10 pagi ada mobil dan petugas proyek yang datang ke lokasi untuk kembali memasang pagar di lahan milik PT KAI. Padahal sudah jelas kami warga RW 06 Blok A & B keberatan. Ini bukan tanpa alasan, lahan itu berbatasan dengan tebing yang rawan longsor,” ujar Ajid kepada wartawan, Selasa (23/7/2025).
Baca Juga: Janji Jadi Honorer Tak Terbukti, Oknum ASN Kesbangpol Tangsel Klarifikasi Tuduhan
Selain kekhawatiran longsor, warga juga menyampaikan bahwa area tersebut sebelumnya ditumbuhi pepohonan yang kini telah ditebang.
Pohon-pohon itu berfungsi sebagai peredam suara, penyerap debu, sekaligus penghalau limpasan air hujan. Kini, area tersebut dinilai rawan menimbulkan run-off atau aliran permukaan air hujan yang masuk ke pemukiman warga.
“Run-off air hujan itu bisa langsung masuk ke drainase RW 06 yang kapasitasnya terbatas. Belum lagi sekarang kalau hujan deras, jalan jadi berlumpur dan tergenang. Sudah ada warga yang terjatuh karena licin, sampai tangannya patah,” beber Ajid.
Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Terborgol di Cisauk
Ajid juga mengungkapkan bahwa salah satu bangunan proyek sempat disegel oleh Satpol PP karena belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Namun, meski disegel, warga masih melihat adanya aktivitas di lokasi proyek.
“Kami sudah laporkan ke Satpol PP. Memang sempat datang dan menegaskan tidak boleh ada kegiatan, tapi nyatanya sampai hari ini kegiatan masih berlangsung. Ini jelas membuat warga semakin resah,” katanya.
Artikel Terkait
Tangsel Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Banten 2026, 45 Cabor dan Sejumlah Venue Dipersiapkan
Tugas Anak Hanya Belajar, Sekolah Gratis SMA/SMK Banten Ringankan Beban Orang Tua
Panglima TNI Raih Penghargaan Pemimpin Visioner di Pimred Award 2025
Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar Baharuddin Terima Penghargaan Pena Emas dari FPRMI
Janjikan Masuk Honorer Tak Terbukti, PNS Kesbangpol Tangsel Terancam Dilaporkan Terima Rp 35 Juta