Janji Jadi Honorer Tak Terbukti, Oknum ASN Kesbangpol Tangsel Klarifikasi Tuduhan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 23 Juli 2025 | 07:04 WIB

Serpong, bidiktangsel.com – Setelah ramai menjadi sorotan publik terkait dugaan jual beli kursi pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Badan Kesbangpol Tangsel akhirnya angkat bicara.

Pria berinisial AH itu memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan siapa pun menjadi tenaga honorer, dan menyebut bahwa namanya dicatut oleh sepupunya sendiri, Andi.

Baca Juga: Janjikan Masuk Honorer Tak Terbukti, PNS Kesbangpol Tangsel Terancam Dilaporkan Terima Rp 35 Juta

Dalam keterangannya kepada redaksi bidiktangsel.com di kawasan Pondok Aren, Selasa (22/7/2025), AH menyatakan bahwa kasus ini bermula sejak tahun 2016 ketika korban berinisial RD menyerahkan uang sebesar Rp30 juta dengan harapan bisa diangkat menjadi pegawai honorer.

"Ini semua ulah sepupu saya, Andi. Dia yang pakai nama saya untuk menipu RD. Saya sendiri baru tahu setelah RD mengklarifikasi langsung ke saya. Dan kami sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," ungkap AH.

Meskipun tidak merasa terlibat langsung dalam aksi penipuan tersebut, AH menyatakan kesediaannya untuk mengganti seluruh kerugian yang dialami RD. Ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan segera menyelesaikan kewajiban tersebut.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Wanita Terborgol di Cisauk Dikenal Pendiam dan Tertutup, Tetangga Ungkap Fakta Mengejutkan

"Saya sudah tegur Andi sejak lama, tapi dia selalu berjanji akan mengembalikan uang itu. Karena sekarang namanya sudah mencuat di pemberitaan, saya terpaksa bertanggung jawab atas nama baik saya," ucap AH dengan nada kecewa.

AH juga mengakui bahwa dirinya mendapat teguran dari pimpinan instansinya terkait pemberitaan yang menyudutkan dirinya. Ia merasa tidak nyaman berada di lingkungan kerja karena kasus ini, meski memahami bahwa pihak korban sudah terlalu lama menunggu.

"Saya tidak menyangka akan sampai sejauh ini. Tapi saya paham posisi RD, sudah hampir 9 tahun menanti dan tidak ada kejelasan. Saya sendiri kesulitan menghubungi Andi sampai sekarang," tuturnya.

Baca Juga: Bupati Serang Ratu Zakiyah Sampaikan Poin Penting, Pencegahan Tenaga Migran non-Prosedural

Menutup klarifikasinya, AH menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak atas kegaduhan yang terjadi. Ia berharap klarifikasi ini dapat menjadi pelajaran berharga, baik bagi dirinya pribadi maupun bagi rekan-rekan ASN lainnya agar lebih berhati-hati dalam menjaga nama baik dan kepercayaan publik.

"Ini menjadi pelajaran penting. Jangan pernah izinkan siapa pun memakai nama kita untuk hal-hal yang tidak benar. Saya mohon maaf atas kegaduhan ini," tutup AH.

Kasus ini diharapkan segera menemukan titik terang, seiring komitmen AH yang bersedia menyelesaikan tanggung jawabnya secara tuntas. (Adt/***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X