Akhirnya Akses Proyek Shekinah Glory Beth Slalom Di Portal PT KAI

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 24 Juli 2025 | 08:02 WIB
Akses jalan menuju proyek pembangunan Shekinah Glory Beth Slalom.
Akses jalan menuju proyek pembangunan Shekinah Glory Beth Slalom.

Tangsel – Aksi penolakan warga kembali terjadi di lingkungan RW 06 Blok A/B, Perumahan Kencana Loka, Kelurahan Mekarjaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan. 

Warga menolak keras rencana penggunaan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai akses jalan menuju proyek pembangunan Shekinah Glory Beth Slalom

Penolakan itu disampaikan langsung kepada awak media oleh Sekretaris RW 06, Ajid, saat mendampingi warga melakukan aksi penutupan permanen terhadap akses tersebut.

Baca Juga: Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Tangsel, Bunda PAUD Tini Benyamin: “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas”

Menurut Ajid, aksi ini merupakan buntut dari kekhawatiran warga atas potensi dampak lingkungan yang muncul jika lahan PT KAI tersebut dijadikan jalan proyek. 

Pihak PT KAI sendiri, menurutnya, sudah dua kali mengeluarkan surat resmi yang menyatakan tidak mengizinkan lahan itu dipakai untuk keperluan proyek.

“Tadi sekitar pukul 10 pagi ada mobil dan petugas proyek yang datang ke lokasi untuk kembali memasang pagar di lahan milik PT KAI. Padahal sudah jelas kami warga RW 06 Blok A & B keberatan. Ini bukan tanpa alasan, lahan itu berbatasan dengan tebing yang rawan longsor,” ujar Ajid kepada wartawan, Selasa (23/7/2025).

Baca Juga: Janji Jadi Honorer Tak Terbukti, Oknum ASN Kesbangpol Tangsel Klarifikasi Tuduhan

Selain kekhawatiran longsor, warga juga menyampaikan bahwa area tersebut sebelumnya ditumbuhi pepohonan yang kini telah ditebang. 

Pohon-pohon itu berfungsi sebagai peredam suara, penyerap debu, sekaligus penghalau limpasan air hujan. Kini, area tersebut dinilai rawan menimbulkan run-off atau aliran permukaan air hujan yang masuk ke pemukiman warga.

“Run-off air hujan itu bisa langsung masuk ke drainase RW 06 yang kapasitasnya terbatas. Belum lagi sekarang kalau hujan deras, jalan jadi berlumpur dan tergenang. Sudah ada warga yang terjatuh karena licin, sampai tangannya patah,” beber Ajid.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Terborgol di Cisauk

Ajid juga mengungkapkan bahwa salah satu bangunan proyek sempat disegel oleh Satpol PP karena belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Namun, meski disegel, warga masih melihat adanya aktivitas di lokasi proyek.

“Kami sudah laporkan ke Satpol PP. Memang sempat datang dan menegaskan tidak boleh ada kegiatan, tapi nyatanya sampai hari ini kegiatan masih berlangsung. Ini jelas membuat warga semakin resah,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X