Salah satu ruas yang sempat lumpuh akibat genangan adalah Jalan Totitoti Eyang Agung, Serua Indah, Ciputat, dengan ketinggian air 30 cm. Saat ini kondisi dilaporkan sudah surut.
Baca Juga: Warga Kencana Loka Blokir Proyek Yayasan Tak Ber-IMB, Tuding Jadi Pemicu Banjir
Sementara itu, longsor terjadi di Perumahan Puri Pamulang, RT 04 RW 09, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, akibat tembok turap roboh. Peristiwa ini berdampak pada 16 KK di sekitar lokasi.
Respons Pemerintah dan Warga
BPBD Tangsel mengonfirmasi bahwa sebagian besar genangan sudah mulai surut, namun petugas tetap siaga di sejumlah titik rawan banjir. Bantuan logistik dan tenda darurat telah disiapkan untuk warga terdampak.
“Kami mohon perhatian pemerintah untuk segera membenahi saluran air di wilayah kami. Setiap kali hujan deras, banjir pasti datang,” keluh Siti, warga Perum Green Hills, Serua.
Baca Juga: APBD Perubahan 2025 Tangsel Prioritaskan Penanganan Banjir, Pendidikan, dan Kesejahteraan Warga
BPBD menyebutkan, penyebab utama genangan adalah intensitas hujan yang tinggi disertai meluapnya kali dan buruknya sistem drainase di kawasan padat penduduk.
Daftar Singkat Lokasi Genangan (TMA Terukur)
- Alkafi Residence, Jombang – 60 cm (40 KK)
- Perum Green Hills, Serua – 80 cm (60 KK)
- Jl. Alfurqon, Jombang – 40 cm
- Gang Wahid, Kedaung – 30 cm (20 KK)
- Gardenia Estate, Ciputat – 50 cm (60 KK)
- Perum Puri Kristal, Sawah – 60 cm (30 KK)
- Kp. Cilalung, Serua – 40 cm (10 KK)
- Tembol RW 12, Rempoa – 25 cm (70 KK)
- Jl. Ganda Sasmita, Serua – 50 cm
Imbauan dan Antisipasi
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengimbau warga untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan lanjutan. BPBD meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyumbat saluran air.
Baca Juga: Menteri UMKM Maman Abdurrahman Klarifikasi ke KPK: Satu Rupiah pun Tak Gunakan Uang Negara
Pihak Dinas SDABMBK Tangsel juga tengah melakukan pengecekan struktur drainase dan tanggul penahan air di beberapa titik krusial guna mencegah terulangnya banjir di masa mendatang.
"Untuk Pondok Maharta Air masih tinggi, ada bantuan unit pompa dari bbwscc dua unit dan banjir di empangsari masih tinggi," ujar Kemal melalui WhatAppsnya pagi ini, Selasa (8/7-2025).
Fenomena cuaca ekstrem yang terjadi Senin lalu menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk membenahi sistem tata kelola air di Tangerang Selatan.
Artikel Terkait
Penguatan Literasi Digital Pajak: Kanwil DJP Banten Dorong Pemahaman Coretax di Kalangan Mahasiswa
Temuan Mortir di Lapak Besi Tua Tangerang Selatan Gegerkan Warga: Diduga Peninggalan Perang, Berat 50 Kg
Tembok Pembatas Apartemen Roboh, Timpa Rumah Warga di Lengkong Gudang Timur: Dua Rumah dan Tiga Kosan Rusak
Realisasi Investasi Triwulan I 2025 di Tangsel Lampaui Target, Sinyal Positif Bagi Iklim Usaha
Wah Gawat! Polisi Grebek Gudang Penampung Barang Kedaluwarsa di Serpong