Selain itu, pengukuran kualitas udara melalui indeks menunjukkan bahwa Sentul memiliki angka yang masih berada di zona hijau, yakni antara 8 hingga 50 tergantung lokasi, jauh lebih baik dibandingkan daerah padat seperti Jakarta.
Agus menambahkan, perusahaan juga menyediakan skema kepemilikan rumah yang lebih terjangkau dengan menggandeng sejumlah bank, baik konvensional maupun syariah. Program ini mencakup booking fee ringan sebesar Rp10 juta, bebas biaya pengajuan KPR, serta cicilan mulai dari Rp.4 juta per bulan untuk tiga tahun pertama.
“Program ini bertujuan membuka akses bagi masyarakat kelas menengah untuk bisa memiliki rumah. Kami ingin mewujudkan impian mereka yang selama ini tertunda karena kendala biaya awal,” jelasnya.
Menurut Susana, faktor akses juga semakin menguatkan daya tarik kawasan Sentul. Ia menyebut tol baru Cinere–Jagorawi dan transportasi publik sebagai solusi nyata atas anggapan bahwa Sentul jauh dari pusat kota.
“Dari BSD ke Sentul bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit di pagi hari. Akses makin mudah, dan masyarakat kini mencari hunian yang lebih tenang, hijau, serta sehat,” ujarnya.
Namun di tengah optimisme, Susana juga mengakui adanya tantangan di lapangan. Persaingan antar developer di kawasan Bogor meningkat, dan konsumen kini semakin selektif.
Meski begitu, baik Susana maupun Agus menegaskan bahwa Sentul City menawarkan keunggulan yang sulit ditandingi, yakni kualitas udara, lanskap alam, serta tata kota yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam aspek pembangunan, Sentul City menargetkan waktu maksimal 18 bulan setelah penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dengan masa tenggang enam bulan. Selain itu, perusahaan juga memberikan garansi bangunan selama dua tahun, mencakup struktur, kelembapan, dan kebocoran, sebagai bentuk komitmen terhadap mutu.
Ia menghimbau jika masyarakat ingin mengetahui informasi lebih lanjut dipersilahkan untuk datang ke Kantor Zoe Property berlokasi di Ruko Griya Loka Blok FE 3 No. 20, BSD, Tangerang Selatan atau tanyakan langsung ke akun instagram @Zoe_property_BSD.
Baca Juga: Walikota Tangsel Tegaskan Komitmen Berantas Pungli di Dunia Pendidikan dalam Rapat Paripurna DPRD
Kantor ini mulai dikembangkan sejak Januari dan resmi beroperasi pada Februari 2025. Meski baru berusia empat bulan, Zoe mengklaim telah mendapat respon positif dari masyarakat.
“Kami ingin jadi wadah bagi para pemasar properti yang ingin tumbuh dan berkembang. Zoe sendiri artinya kehidupan, dan kami berharap bisa memberi kehidupan dan harapan baru bagi mereka yang berusaha,” pungkas Susana.(Adt)
Artikel Terkait
Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Digelar di Tangerang: Dorong Ekosistem Media Berkelanjutan di Era Digital
Kejati Banten: “Kasus Tetap Berjalan”, Lambannya Penanganan Dugaan Korupsi Sampah DLHK Tangsel Picu Kecurigaan Publik
Lansia Harus Diberi Kesempatan Berkarya, Bukan Jadi Beban Negara: Seruan Ketua BP Lansia Jakarta
Transportasi Publik Tangsel Segera Diperbaharui, Pemkot Siapkan 33 Trayek Baru hingga Modernisasi Armada
Aksi Damai Warga di SMAN 10 Tangsel Tuntut Prioritas Zonasi: Lurah Sawah Baru Redam Ketegangan