Baca Juga: Anggaran Rp4 Triliun Lebih: Ke Mana Sebenarnya Arah Pembangunan Kota Tangerang Selatan?
“Media lokal bisa dibilang menggantungkan 100 persen kehidupannya pada APBD. Ketika ada pengurangan, ini jadi tantangan besar, bahkan bisa menyebabkan media tutup,” ungkap Abi.
Ia menambahkan bahwa ke depan, perusahaan media juga perlu mengikuti pedoman verifikasi Dewan Pers untuk memastikan profesionalisme dan keberlangsungan usaha mereka.
Kebijakan efisiensi anggaran publikasi membawa dampak signifikan terhadap ekosistem media lokal, terutama yang belum memiliki model bisnis yang mandiri.
Baca Juga: Meleduk Dahsyat Gunung Lewotobi Laki Laki, Warga Diminta Waspada Lahar dan Abu
Meski pemerintah menyebut pemotongan hanya bersifat proporsional, realitanya, tekanan ekonomi yang dirasakan pelaku media sangat besar.
Dibutuhkan solusi kolaboratif antara pemerintah, DPRD, dan insan pers untuk mencari formula keberlanjutan media lokal di tengah kebijakan efisiensi.
(***)
Artikel Terkait
Dugaan Kekerasan Anak: UPTD PPA Tangsel Turun Tangan, Korban Ingin Sekolah Lagi
Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara: RS Siloam dan Pertiwi Tangsel Bersatu Edukasi Selamatkan Perempuan Indonesia
Rugikan Warga, Cemari Lingkungan: Bupati Serang Sidak Galian C Ilegal di Kragilan
Danantara Gandeng Chandra Asri dan INA Bangun Pabrik Kimia Senilai Rp13 Triliun, Perkuat Ketahanan Industri Nasional
Meleduk Dahsyat Gunung Lewotobi Laki Laki, Warga Diminta Waspada Lahar dan Abu