Anggaran Rp4 Triliun Lebih: Ke Mana Sebenarnya Arah Pembangunan Kota Tangerang Selatan?

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 18 Juni 2025 | 10:53 WIB
Budayawan Uten Sutendi.
Budayawan Uten Sutendi.

Oleh Uten Sutendy (Budayawan)

Tangerang Selatan — Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini memiliki anggaran fantastis yang melampaui angka Rp4 triliun.

Sebuah nominal yang luar biasa jika menilik luas wilayah kota yang relatif kecil serta pesatnya partisipasi swasta dalam bentuk investasi dan pengembangan properti.

Angka ini semestinya mampu menjadi katalis akselerasi pembangunan kota menuju kota layak huni dan berdaya saing tinggi.

Namun, pertanyaan kritis muncul: ke mana sebenarnya dana sebesar itu dialirkan? Apa saja capaian riil yang dapat dibanggakan dari realisasi anggaran tersebut dalam konteks keberlanjutan pembangunan dan kualitas hidup warganya?

Baca Juga: Meleduk Dahsyat Gunung Lewotobi Laki Laki, Warga Diminta Waspada Lahar dan Abu

Tangsel memang telah memiliki berbagai landmark pembangunan, mulai dari Taman Kota 2, Tandon Ciater, Gallery City, hingga Menara Pandang.

Namun, banyak dari fasilitas tersebut kini terlihat terbengkalai, tak terurus, bahkan nyaris kehilangan fungsi awalnya.

Alih-alih menjadi ruang publik yang hidup, inklusif, dan produktif, banyak fasilitas justru menjadi monumen bisu pembangunan.

Ironisnya, ketika infrastruktur telah dibangun dengan biaya tinggi, tidak ada langkah lanjutan berupa pengelolaan berkelanjutan, strategi aktivasi ruang, atau integrasi program sosial-ekonomi warga.

Inilah yang disebut banyak pihak sebagai "pembangunan tanpa jiwa"—berorientasi pada bentuk fisik semata, tapi miskin konsep jangka panjang.

Baca Juga: Danantara Gandeng Chandra Asri dan INA Bangun Pabrik Kimia Senilai Rp13 Triliun, Perkuat Ketahanan Industri Nasional

Padahal, semestinya setiap ruang publik memiliki blueprint pengelolaan, rencana aktivasi komunitas, hingga pemetaan dampak sosial dan ekonomi lokal.

Tak hanya ruang publik, program-program strategis sejumlah dinas juga sering kali mandek di tengah jalan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X