Mengurai Praktik Titip Menitip Siswa: Ancaman Bagi Transparansi Penerimaan Murid Baru

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 4 Juni 2025 | 12:57 WIB

Ciputat, bidiktangsel.com — Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, isu lama kembali mencuat ke permukaan: praktik titip menitip siswa.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, secara tegas memperingatkan seluruh kepala sekolah di wilayahnya untuk tidak terlibat dalam praktik tersebut yang kerap dikaitkan dengan pungutan liar (pungli) dan ketidakadilan akses pendidikan.

Baca Juga: 100 Hari Kepemimpinan Benyamin-Pilar: Antara Janji Politik dan Kenyataan Kota Tangerang Selatan

Fenomena Titip Menitip: Praktik Tersembunyi dalam Dunia Pendidikan

Meski bukan hal baru, praktik titip menitip siswa menjadi sorotan karena dinilai merusak semangat transparansi dalam sistem zonasi dan jalur penerimaan resmi lainnya seperti prestasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua.

Biasanya, praktik ini dilakukan melalui jalur informal—baik karena kedekatan dengan oknum di sekolah maupun karena iming-iming uang pelicin.

Menurut laporan yang dihimpun, banyak orang tua merasa terpaksa melakukan "jalur belakang" demi memastikan anaknya bisa masuk ke sekolah negeri favorit, terutama ketika daya tampung sekolah tidak sebanding dengan jumlah pendaftar.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Wilayah Banten, OJK Kick Off Bulan Literasi Keuangan di Cilegon

"Saya sudah minta ke Dinas Pendidikan. Tidak boleh lagi ada praktik titip-menitip yang di luar jalur resmi. Kalau tidak masuk negeri, ada beasiswa untuk sekolah swasta," ujar Pilar saat meninjau kesiapan server SPMB 2025 di Kantor Diskominfo Tangsel, Selasa (3/6/2025).

Komitmen Pemerintah Tangsel: Tegas dan Transparan

Untuk menjamin keadilan akses pendidikan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memasukkan pembangunan tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tahun 2030.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan daya tampung dan menekan dorongan orang tua untuk mencari jalur alternatif.

Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan di DKI Jakarta dan Banten Tumbuh Positif, Stabil, dan Resilien

"Kami pastikan ribuan anak-anak nanti bisa tertampung. Sampai sekolah itu dibangun, program beasiswa ke swasta tetap akan berjalan," jelas Pilar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X