Baca Juga: Begini Tanggapan Kapolsek Ciputat Timur Terkait Pengaduan Warga Melalui Layanan 110
Upaya ini menandai pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tapi juga pada edukasi, sosialisasi, dan rehabilitasi.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat pun menjadi fokus utama. Dari Pramuka, Paskibra, tokoh agama, hingga komunitas pemuda—semuanya diajak bergandengan tangan dalam satu visi: menjadikan Tangsel bersih dari narkoba.
“Kita perlu satu suara, satu langkah, satu tujuan,” tambah Benyamin.
Peran Pendidikan dan Agama: Pilar Pencegahan Sejak Dini
Pendidikan dan pendekatan spiritual juga menjadi garda depan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Benyamin menyampaikan gagasan untuk menguatkan ceramah keagamaan yang mengangkat bahaya narkoba dari sudut pandang moral dan spiritual.
Langkah ini diyakini efektif untuk menyentuh sisi psikologis dan emosional masyarakat, terutama generasi muda.
“Kita perlu membuat edaran ceramah-ceramah agama yang berisi bahaya narkoba dari sisi perspektif agama,” katanya.
Mengapa Perhatian Khusus Diperlukan?
Permasalahan narkoba bukan persoalan yang bisa diselesaikan hanya dengan operasi tangkap tangan.
Diperlukan strategi jangka panjang yang melibatkan edukasi, rehabilitasi, dan pemulihan sosial.
Selain itu, pencegahan berbasis keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi fondasi penting agar upaya pemberantasan bisa berkelanjutan.
Artikel Terkait
Tangsel Teken Pakta Integritas SPMB 2025: Akhiri Praktik Titip Siswa dan Pastikan Pemerataan Akses Pendidikan
Tangsel Open Taekwondo Championship 2025: Panggung Pembentukan Karakter dan Lahirnya Atlet Berprestasi
WTP Tak Selalu Berarti Sejahtera: Saat Predikat Administratif Tak Berbanding Lurus dengan Realita Publik
Tangerang Selatan Perangi Premanisme: Pemerintah Bentuk Satgas, Bukan Ormas
Tragedi Penganiayaan Berat di Jurumudi, Tangerang: Dipicu Cemburu, Suami Bacok Korban karena Chat Mesra di WhatsApp