Baca Juga: Warga Ciputat Diduga Jadi Korban Teror Premanisme hingga Enam Kali, Polisi Bungkam
Premanisme adalah Musuh Bersama
Upaya Pemkot Tangerang Selatan memberantas premanisme harus dilihat sebagai bentuk tanggung jawab dalam menciptakan ruang hidup yang aman, nyaman, dan tertib.
Premanisme bukan hanya masalah hukum, tapi masalah sosial yang menyentuh akar kepercayaan masyarakat pada negara.
“Ini momentum kita bersama untuk menertibkan wilayah dan membebaskan dari segala bentuk premanisme. Karena itu sangat merugikan masyarakat dan pemerintah kota,” tegas Pilar Saga Ichsan.
Baca Juga: Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum dari Polda Metro Jaya atas Aksi Premanisme Ormas
Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan Satgas tetap netral, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Jika momentum ini dijaga dan dikawal bersama, maka Tangerang Selatan bukan hanya tumbuh sebagai kota pintar, tapi juga kota yang bebas dari ketakutan.
(***)
Artikel Terkait
Menuju KLA Utama 2025, Tangsel Perkuat Layanan Perlindungan Anak dan Inovasi Ramah Anak
100 Hari Kerja: Bupati Serang Rachmatuzakiyah Prioritaskan Layanan Dasar Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur
Pihak Kantor Pos Diminta Segera Benahi Pagar, Cegah Penyalahgunaan Area di Sekitar Pasar Ciputat
Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum dari Polda Metro Jaya atas Aksi Premanisme Ormas
Warga Ciputat Diduga Jadi Korban Teror Premanisme hingga Enam Kali, Polisi Bungkam