Baca Juga: Duta Baca Masuk Sekolah, Strategi Efektif Perpusnas untuk Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini
“Kami akan cari peluang beasiswa untuk S. Ini bukan sekadar hadiah, tapi bentuk dukungan bagi siapa saja yang berani menyuarakan kebenaran,” jelasnya.
Pilar menegaskan, kunjungannya bukan sekadar seremoni belaka, melainkan wujud nyata keseriusan pemerintah dalam menangani kasus kekerasan seksual.
Ia memastikan Pemkot Tangsel akan mengawal proses hukum hingga tuntas dan memastikan hak-hak korban terpenuhi.
“Kami tidak akan tinggal diam. Pemkot Tangsel akan terus berdiri bersama korban, memberi dukungan penuh, dan memastikan keadilan ditegakkan. Kami juga ingin seluruh anak-anak di Tangsel tahu, mereka tidak sendiri. Jika mengalami kejadian serupa, laporkan. Kami siap melindungi,” tandas Pilar.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sistem pencegahan dan edukasi seksual sejak dini di lingkungan sekolah.
Pemkot Tangsel melalui DP3AP2KB dan P2TP2A telah memiliki program perlindungan dan pendampingan korban, serta edukasi untuk mencegah kekerasan seksual sejak usia dini.
Langkah-langkah seperti pelatihan bagi guru, sosialisasi ke sekolah, dan penyediaan layanan psikologis akan terus diperkuat guna menciptakan ruang yang aman bagi anak dan perempuan di Tangerang Selatan. (***)
Artikel Terkait
Asda I Kabupaten Serang Ajak Semua Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan: Peringatan Hardiknas 2025 Jadi Momentum Kolektif
TMMD Ke-124 Kodim 0602/Serang Diharap Jadi Penguat Integrasi dan Akselerasi Pembangunan Daerah
Pemkab Serang Gandeng Rutan Kelas II B Beri Keahlian Warga Binaan: Upaya Nyata Reintegrasi Sosial Berbasis Keterampilan
Ditjen AHU Hadir di MPP Kota Tangsel untuk Mempermudah Pengusaha Lokal
Mengungkap Tabir Korupsi di DLHK Tangsel: Dua Tersangka Diperiksa, Penyidik Dalami Aliran Dana dan Keterlibatan Pihak Lain