Kesehatan, bidiktangsel.com - Minyak jelantah menjadi bahaya karena kandungan lemak tidak jenuh serta berbagai vitamin dalam minyak seperti A, D, E dan K.
Semakin sering digunakan minyak berulang kali maka kandungan tersebut akan mengalami penyusutan.
Dan akan menyisakan asam lemak jenuh justru dapat mengakibatkan penyakit berbahaya.
Minyak goreng bekas pakai dapat memiliki beberapa efek samping, tergantung pada bagaimana minyak itu digunakan dan disimpan.
Baca Juga: Bergerak Cepat,Puskesmas Sukawali Buka Posko Kesehatan
Menimbulkan kolesterol tinggi
Minyak goreng bekas pakai dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah jika sering dikonsumsi.
Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Menyebabkan masalah pencernaan
Minyak goreng bekas pakai dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare.
Ini karena minyak tersebut dapat mengandung asam lemak trans dan residu yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.
Menyebabkan kanker
Minyak goreng bekas pakai dapat mengandung senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.
Jika minyak goreng terus-menerus dipanaskan dan digunakan berulang kali, senyawa tersebut dapat terbentuk dan meningkatkan risiko kanker.
Menyebabkan masalah kulit
Minyak goreng bekas pakai yang digunakan untuk menggoreng makanan dapat menempel pada kulit dan menyumbat pori-pori.
Hal ini dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit.
Untuk menghindari efek samping ini, sebaiknya minyak goreng bekas pakai tidak digunakan lagi untuk menggoreng makanan.
Artikel Terkait
Efek samping Daun Kemangi, Selain Baik Utuk Kesehatan Ini Yang Perlu Diperhatikan
Kemenkumham DKI Jakarta, Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Penyelenggaraan Layanan Kesehatan Pemasyarakatan
Dinas Kesehatan Kota Tangsel Paparkan 6 Persoalan Kesehatan yang Harus Dituntaskan di Tahun ini
Guna Jaga Kesehatan, Gowes Bersama Bupati Setiap Dua Minggu Sekali
Apa khasiat Makan Tape singkong bagi Kesehatan Tubuh Kita