Baca Juga: Aktivis Nasional Jambore 2017 Desak Presiden Reshuffle Menteri Agama Usai Sorotan Publik
JP Morgan juga menyoroti rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menurut Henry, keseimbangan antara target pertumbuhan dan defisit fiskal dalam APBN memberikan sinyal positif bagi perekonomian.
“Budget ini cukup bagus, kuncinya ada di eksekusi. Kami rasa hal ini akan berdampak positif,” tegasnya.
Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, JP Morgan menilai sejumlah sektor patut diperhatikan investor.
Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Ridwan Kamil Beli Mercy Ilham Habibie dari Hasil Korupsi
Sektor konsumer diproyeksikan menguat karena peningkatan belanja pemerintah, sementara sektor pertambangan—terutama nikel—dinilai memiliki prospek cerah.
Sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, seperti otomotif dan properti, juga berpotensi menjadi pilihan menarik di masa mendatang. (***)
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Buka Dapur Umum untuk Penuhi Kebutuhan Korban Kebakaran Asrama Polsek Serpong
Menkomdigi Meutya Hafid Sambut Baik Kongres Persatuan PWI Berjalan Lancar dan Demokratis
Antara Parcok (Partai Coklat) dan Param Kocok: Refleksi Politik di Tengah Spekulasi Publik
Dinsos Tangsel Salurkan Bantuan Sembako hingga Pendampingan Psikologis Korban Kebakaran Asrama Polisi
OJK Pastikan Likuiditas dan Solvabilitas Lembaga Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global