Kasus ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Banyak warga yang menuntut transparansi dan penegakan hukum yang adil.
“Kami meminta proses hukum berjalan transparan dan tidak ada tebang pilih. Dana desa seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar salah seorang warga.
Kejari Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mengusut tuntas kasus ini guna memulihkan kerugian negara dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.
Baca Juga: Istana Bantah Pangkas Anggaran Mitigasi Bencana Hingga 50 Persen, BMKG Ajukan Dispensasi
Masyarakat pun diharapkan dapat terus memantau penggunaan dana desa agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
(***)