Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Seperti Pesta Pernikahan Setiap Hari, Tantangan Besar bagi Pemerintah

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 12 Februari 2025 | 15:35 WIB
Sri Mulyani mengibaratkan MBG seperti hajatan mantu yang digelar setiap hari. (Instagram.com/smindrawati)
Sri Mulyani mengibaratkan MBG seperti hajatan mantu yang digelar setiap hari. (Instagram.com/smindrawati)

Jakarta, bidiktangsel.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi salah satu inisiatif utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelajar dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Dengan cakupan penerima manfaat yang sangat luas, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pelaksanaan program ini bukanlah tugas yang mudah.

Baca Juga: Pelaksanaan Hari Pers Nasional 2025 dan Legitimasi Kuat Kepengurusan PWI Pusat Secara Empiris

Dalam forum Mandiri Investment Forum 2025 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Selasa (11/2/2025), Sri Mulyani mengibaratkan program MBG layaknya penyelenggaraan hajatan besar setiap hari.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa penyelenggaraan MBG mirip dengan katering pesta pernikahan.

Namun, perbedaannya adalah hajatan umumnya direncanakan berbulan-bulan dan hanya berlangsung satu hari, sedangkan MBG harus berjalan setiap hari dengan skala yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Pj Gubernur A Damenta Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Banten

"Banyak dari Anda mungkin pernah mengadakan pesta pernikahan dengan 500 atau 1.000 tamu. Nah, program MBG menyediakan makanan untuk 5.000 orang di setiap fasilitas setiap hari," ungkap Sri Mulyani. "Jadi bayangkan, seperti memiliki pesta pernikahan setiap hari selama setahun."

Pernyataan ini menyoroti kompleksitas program MBG, mulai dari kualitas makanan, distribusi, hingga efektivitas implementasinya.

Tantangan Besar dalam Implementasi MBG

Sri Mulyani menegaskan bahwa menjalankan MBG bukan sekadar soal alokasi anggaran, tetapi juga berkaitan dengan efektivitas distribusi dan pelaksanaan program.

Baca Juga: HPN ke 79: Pj Wali Kota Tangerang Apresiasi Peran Pers dalam Transparansi dan Pembangunan Daerah

"Makanan bergizi untuk lebih dari 350.000 sekolah dan lebih dari 90 juta siswa bukanlah hal yang mudah. Selain anggaran besar, tantangan lainnya adalah memastikan distribusi berjalan lancar setiap hari," jelasnya.

Program ini dijalankan lima hari dalam seminggu, mengikuti jadwal sekolah. Oleh karena itu, manajemen logistik dan kualitas makanan menjadi aspek krusial yang harus terus diawasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X