Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Seperti Pesta Pernikahan Setiap Hari, Tantangan Besar bagi Pemerintah

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 12 Februari 2025 | 15:35 WIB
Sri Mulyani mengibaratkan MBG seperti hajatan mantu yang digelar setiap hari. (Instagram.com/smindrawati)
Sri Mulyani mengibaratkan MBG seperti hajatan mantu yang digelar setiap hari. (Instagram.com/smindrawati)

Baca Juga: Dampingi Menko Pemberdayaan Masyarakat, Pj Sekda Nana Supiana: Pemprov Banten Sambut Program Cek Kesehatan Gratis

Dukungan Anggaran: Efisiensi dan Fokus pada Manfaat Masyarakat

Demi memastikan keberlanjutan MBG, pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja negara. Melalui kebijakan ini, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga Rp306,69 triliun.

Pada Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I 2025 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2025), Sri Mulyani menegaskan bahwa efisiensi anggaran difokuskan untuk program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah MBG.

"Presiden mengarahkan agar anggaran digunakan lebih efisien dan ditujukan langsung bagi kesejahteraan masyarakat, seperti MBG," katanya.

Baca Juga: Kado Pahit Jelang Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan: Kasus Dugaan Korupsi Sampah Senilai Rp75 Miliar

Target dan Perkembangan Program MBG

Tahap pertama pelaksanaan MBG dimulai Januari hingga April 2025, dengan target awal 3 juta penerima manfaat.

Kemudian, periode kedua pada April hingga Agustus 2025 menargetkan 6 juta penerima manfaat.

Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan total 15 juta penerima manfaat dengan alokasi anggaran Rp71 triliun.

Namun, dalam pertemuan Rampinas PIRA pada Sabtu (25/1/2025), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Presiden Prabowo sempat meminta percepatan program dengan target 89 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Dimulai: Tak Wajib Daftar Online, Bisa Langsung ke Puskesmas

Jika hal itu dilakukan, BGN membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun.

"Pak Presiden bertanya kepada kami, berapa tambahan dana yang dibutuhkan jika program ini dipercepat? Kami jawab Rp100 triliun," ujar Dadan.

Dengan skala dan tantangan yang begitu besar, keberhasilan program MBG akan sangat bergantung pada efektivitas manajemen anggaran, distribusi logistik, serta dukungan dari berbagai pihak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pahami Yuuk Menjadi Kuasa Wajib Pajak

Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:07 WIB
X