Tangerang, bidiktangsel.com – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menekan laju inflasi, Kabupaten Tangerang sukses mencetak rekor dunia dengan menggelar penanaman cabai massal di 107 sekolah dasar dan 174 desa/kelurahan.
Kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat ini tidak hanya memecahkan rekor MURI, tetapi juga menginspirasi semangat gotong royong dalam membangun desa mandiri pangan.
Baca Juga: Uji Emisi Gratis di Tangerang: Rayakan Kemerdekaan dengan Udara Bersih!
Uniknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari siswa sekolah dasar yang antusias belajar menanam, hingga kelompok wanita tani yang menjadi motor penggerak di tingkat desa.
Kepala Desa Sodong, Doni Bambang, mengungkapkan rasa bangganya atas partisipasi aktif warganya.
"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat, terutama ibu-ibu kelompok tani. Mereka tidak hanya menanam, tetapi juga berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda," ujar Doni.
Baca Juga: Dindikbud Kota Tangsel Tegaskan Pentingnya Kepatuhan Sekolah pada Permendikbud Nomor 75
Di balik pemecahan rekor MURI, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni mewujudkan ketahanan pangan di tingkat keluarga dan masyarakat.
Dengan memiliki kebun cabai sendiri, masyarakat diharapkan dapat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari serta menjaga stabilitas harga di pasaran.
Kepala SDN 02 Kaduagung, Murni Rotiyani, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa.
"Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menanam. Kami berharap mereka dapat menerapkan ilmu yang didapat di rumah," ungkapnya.
Baca Juga: Rapat Pleno PWI Pusat Batalkan Keputusan DK PWI, Mahmud Matangara Desak Sasongko Tedjo untuk Tobat
Bupati Tangerang, melalui Penjabat Bupati, memberikan apresiasi atas keberhasilan program ini.
"Ini adalah langkah awal yang baik dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang mandiri pangan. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan melibatkan seluruh kecamatan," ujarnya. (***)